Yakin Bangun Tanggul Bisa Cegah Jakarta Tenggelam?

Danang Sugianto - detikFinance
Minggu, 01 Agu 2021 18:42 WIB
Banjir merendam salah satu RT di Ulujami, Jakarta Selatan, Sabtu (20/2/2021). Genangan banjir ini justru jadi arena bermain anak-anak.
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk mencegah Ibu Kota Jakarta tenggelam adalah membangun tanggul laut raksasa di pesisir Jakarta yang bernama Proyek Pengembangan Terpadu Pesisir Ibu Kota Negara (PTPIN)/National Capital Integrated Coastal Development (NCICD).

Lalu apakah benar tanggul yang akan membentang sepanjang 46 km di pantai utara Jakarta itu bisa selamatkan ibu kota dari ancaman tenggelam?

Direktur Sungai dan Pantai Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR, Bob Arthur Lombogia menjelaskan, sebenarnya yang menimbulkan ramalan Jakarta tenggelam adalah hasil riset adanya land subsidence atau penurunan permukaan tanah. Namun kenyataannya land subsidence di Jakarta tidak rata penurunannya.

"Jadi gini, mereka kan ragu dengan land subsidence yang terjadi kan, padahal land subsidence kan tidak merata sama. Seperti di daerah timur kan land subsidence cuma 1-3 cm per tahun, kemudian di daerah barat ke arah Banten itu cuma 2-5 cm. Memang ada yang tinggi di daerah Muara Baru, Pluit, itu agak tinggi 7,5-12 cm," terangnya saat dihubungi detikcom, Minggu (1/8/2021).

Menurut Bob land subsidence juga belum dipastikan apakah itu akan terus berlanjut hingga membuat Jakarta benar-benar tenggelam. Hingga saat ini data penurunan permukaan tanah di Jakarta juga masih terus dilakukan penelitian. Jadi menurutnya terlalu dini untuk menyimpulkan Jakarta benar-benar akan tenggelam.

"Kita nggak tahu apakah terus atau berhenti. Kan bisa saja berhenti pada suatu saat. Jadi kita tidak bisa klaim bahwa Jakarta akan tenggelam, terlalu dini untuk menyatakan bahwa Jakarta akan tenggelam. Karena proses land subsidence masih berbeda-beda," terangnya.

Meski begitu, lanjut Bob, bukan berarti pemerintah tidak melakukan apa-apa. Salah satu bentuknya membantun tanggul raksasa di pesisir Jakarta.

"Usaha kan tetap kita lakukan, ada upaya dari pemerintah. Selain itu salah satu penyebabnya kan eksploitasi air menurut ilmu geologinya, ada eksploitasi air berlebihan. Oleh karena itu perlu ada suplai air permukaan yang harus kita drop di daerah Jakarta Utara," tambahnya.

Di sisi lain pemerintah pusat dan daerah dalam hal ini Pemprov DKI Jakarta juga seharusnya melakukan upaya untuk membatasi atau bahkan menurunkan eksploitasi air tanah di Jakarta. Sebab hal itu juga disinyalir menjadi penyebab penurunan permukaan tanah.

"Eksploitasi air ya tentu kita harus kerjasama untuk penyediaan air bersih untuk masyarakat. Tapi saya nggak tau persis itu sampai mana. Tapi agar eksploitasi air tanah itu harus bisa dibatasi, sehingga dapat memperkecil penurunan land subsidence," tutupnya.

(das/dna)