Perpanjangan Runway Bandara Lombok Praya Kelar Oktober

Angga Laraspati - detikFinance
Selasa, 03 Agu 2021 16:58 WIB
Hutama Karya
Foto: Hutama Karya
Jakarta -

Direktur Operasi I Hutama Karya Novias Nurendra mengatakan saat ini progres pembangunan proyek perpanjangan landasan pacu Bandara Internasional Lombok Praya sudah mencapai 61%. Pembangunan ini ditargetkan rampung pada Oktober 2021.

"Progres terakhir saat kami melakukan kunjungan pada 22 Mei lalu, pengerjaan proyek Bandara Internasional Lombok Praya sudah sampai pada tahap galian tanah area graded runway atau yang biasa dimaksud dengan area gelincir pesawat apabila mengalami kegagalan landing, pengerjaan pengaspalan lapis ATB (Asphalt Treated Base) perpanjangan runway, dan pengerjaan pengaspalan lapis AC-BC perpanjangan runway," ungkap Novias dalam keterangan tertulis, Selasa (3/8/2021).

"Saat ini sudah mencapai 61%. Progres ini cukup pesat karena didukung oleh beberapa aspek penunjang," sambungnya.

Lebih lanjut Novias menyampaikan beberapa aspek yang menunjang kelancaraan dalam pelaksanaan proyek ini antara lain yaitu, pengendalian terhadap cuaca sehingga setiap pekerjaan yang dilaksanakan tidak boleh adanya genangan air.

Pembuatan sodetan irigasi untuk aliran air juga berpengaruh untuk pengendalian operasional pekerjaan serta diterbitkannya NOTAM dan Displace Runway Existing yang semula dioperasikan panjang runway 2750 m menjadi 2440 m selama pelaksanaan proyek berlangsung.

"Mengingat pembangunan ini dilakukan selama masa Pandemi COVID-19, selain penggunaan bahan material berkualitas serta teknologi terbaru, Hutama Karya juga memastikan aspek Quality, Health, Safety, Security and Environment (QHSSE) dan berkomitmen untuk tetap menjaga protokol kesehatan di lingkungan proyek," ungkap Novias.

Proyek perpanjangan landasan pacu Bandara Internasional Lombok merupakan proyek regular atau non- joint operation yang digarap oleh Hutama Karya sejak November tahun 2020.

Dalam proyek ini Hutama Karya melakukan perpanjangan dan peningkatan daya dukung runway Bandara Internasional Lombok yang sebelumnya memiliki panjang 2.750 Meter menjadi 3.300 Meter.

Perpanjangan ini dapat meningkatkan kapasitas operasional bandara dan kapasitas runway maksimum yang semula untuk pesawat Boeing 737 menjadi pesawat Boeing 777.

Dengan spesifikasi tersebut, maka penyelesaian proyek ini dapat mendukung operasional pesawat berbadan lebar (wide body) serta pesawat kargo peserta Moto GP.

Adapun kelebihan dari proyek ini adalah penggunaan aspal drum import PG-76 dan penetrasi 60/70 pada aspal PG-76 yang dapat tahan lama dalam suhu tinggi pada lokasi pengerasan pekerjaan yang bersifat polimer.

Aspal modifikasi tersebut sudah teruji memiliki mutu yang baik serta penurunan suhu lebih cepat sehingga lebih siap untuk dilintasi pada lokasi pekerjaan.

Selain itu penggunaan Aspal Pen 60/70 juga sangat cocok digunakan untuk bandar udara karena aspal ini memiliki properties dan kinerja sangat baik dengan struktur yang handal.

Diharapkan dengan rampungnya proyek ini akan dapat menambah kontribusi positif dari Hutama Karya dalam pembangunan infrastruktur konektivitas udara, mempermudah mobilitas masyarakat, mengakomodir peningkatan arus barang dan jasa serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata khususnya di wilayah timur Indonesia.

Sebagai informasi, setelah sebelumnya sukses membangun landasan pacu di Bandara Internasional Soekarno - Hatta serta Bandara Pattimura Ambon, kini PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) kembali diberikan kepercayaan oleh PT Angkasa Pura I (Persero) (AP1) untuk membangun runway dan sarana penunjang pada Bandara Internasional Lombok Praya.

Selain itu, proyek ini merupakan bagian dari infrastruktur regional pendukung Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang akan dijadikan lokasi pergelaran Moto GP 2022 mendatang.

(ega/hns)