Rumah Sakit hingga Tol Mau Dibangun di Jabar, BUMD-Swasta Bisa Keroyokan

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Jumat, 20 Agu 2021 12:40 WIB
Pembangunan PLTA Jatigede berkapasitas 2 x 55 MW di Sumedang, Jabar, terus dikebut. Saat ini progresnya sudah mencapai 34%.
Foto: Dikhy Sasra
Jakarta -

Pusat Unggulan BUMN Center Universitas Padjadjaran dan Institut Transportasi dan Logistik (ITL) Trisakti bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan kegiatan seminar nasional infrastruktur forum Infrastruktur Forum - Road to West Java Investment Summit dengan tema "Dukungan Infrastruktur Logistik untuk Peningkatan Daya Saing dan Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Jawa Barat" yang dilaksanakan secara daring.

Kegiatan infrastruktur forum ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendiskusikan langkah yang dibutuhkan agar rencana percepatan pembangunan infrastruktur terimplementasikan dengan baik serta berdampak pada perekonomian dan kemajuan Jawa Barat.

Hal ini dikarenakan, infrastruktur merupakan roda penggerak yang memiliki peran penting terhadap perekonomian dan juga peningkatan kesejahteraan serta kualitas hidup masyarakat. Kegiatan ini juga merupakan bentuk perhatian dari seluruh stakeholder di Jawa Barat tentang bagaimana upaya mengakselerasi pengembangan infrastruktur serta bersama-sama bersinergi dalam pengembangan infrastruktur di Tatar Priangan, serta mensinergikan antara Jabar utara dan Jabar selatan.

Turut hadir adalah Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa kontribusi pertumbuhan ekonomi Jawa Barat adalah salah satu yang terbesar di Indonesia dan dalam investasi infrastruktur, Provinsi Jawa Barat sedang membutuhkan 28 proyek Rumah Sakit baru untuk rasio pelayanan yang lebih baik, 18 proyek Sumber Daya Air, 9 proyek Instalasi Pengolahan Air Kawasan, Jalan Tol 10 dalam pembangunan dan 7 dalam perencanaan, 18 proyek Transportasi, 26 Proyek Energi serta 5 proyek Instalasi Pengolahan Limbah Padat.

"Kita mempunyai konsep bahwa dalam membangun Jawa Barat tidak bisa hanya mengandalkan APBD, karena kita mempunyai 8 pintu yang harus kita kejar yaitu APBD Kabupaten/Kota, APBD Provinsi, APBN, Pinjaman Daerah, CSR, Obligasi Daerah dan kita sedang mendorong skema KPBU/PPP seluas-luasnya seperti di Legok Nangka serta pembangunan Rumah Sakit dan lain-lainnya serta Dana Keumatan," lanjut Ridwan Kamil dalam sambutannya.

PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero)/PT PII - sebagai salah satu Special Mission Vehicles (SMV) Kementerian Keuangan RI - hadir pada sesi panel yang diwakili oleh Direktur Utama PT PII, Muhammad Wahid Sutopo bersama dengan Staf Khusus Menteri Perhubungan Otto Ardianto, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat, Dr. Herawanto dan Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran Prof. Dr. Ina Primiana.

Bersambung ke halaman selanjutnya.