Siap-siap! Padat Karya Tunai Sasar 655 Ribu Orang, Totalnya Rp 13 T

Siti Fatimah - detikFinance
Kamis, 26 Agu 2021 15:48 WIB
Ditemani Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunggangi motor Royal Enfield Bullet 350 cc bergaya chopper saat meninjau dua lokasi pelaksanaan Program Padat Karya Tunai (PKT) di Sukabumi, Jawa Barat.
Ilustrasi/Foto: Dok. Kementerian PUPR.
Jakarta -

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengungkapkan proyek pemerintah di 2022 diproyeksi dapat menyerap tenaga kerja sebesar 655 ribu orang melalui program padat karya.

"Padat karya tunai 2022 dilakukan secara pemberdayaan masyarakat, swakelola, dan kontraktual dengan perkiraan penyerapan tenaga kerja sebanyak 665.000 orang dengan total pagu anggaran Rp 13,64 triliun," kata Basuki dalam Rapat Kerja bersama Komisi V DPR RI yang disiarkan langsung melalui YouTube, Kamis (26/8/2021).

Secara rinci, dalam bahan paparannya Basuki menjelaskan, rencana program padat karya di 2022 meliputi beberapa hal yaitu Sumber Daya Air (SDA) dengan anggaran Rp 4,85 triliun (tenaga kerja 335 ribu orang), Perumahan dengan anggaran Rp 2,45 triliun (tenaga kerja 205 ribu orang), Permukiman anggaran Rp 1,84 triliun (56 ribu orang) dan program padat karya Jalan & Jembatan anggaran Rp 4,50 triliun (69 ribu orang).

"Ada beberapa catatan padat karya ini pak, pertama tentang padat karya di bidang jalan dan jembatan. Mungkin nanti kita di masyarakat akan evaluasi pelaksanaannya sehingga memudahkan bapak-bapak di dapilnya masing-masing," ujarnya.

"Sebisa mungkin nanti di tahun 2022 dan 2023 padat karya tunai akan kami pertahankan dari refocusing, sehingga program bapak-bapak di dapil bisa kita laksanakan dengan baik," ungkap Basuki disambut dengan tepuk tangan anggota dewan.

Selain itu, Basuki juga melaporkan RKA-KL 2022 dengan pagu anggaran sebesar Rp 100,59 triliun. Rinciannya, belanja operasional pegawai sebesar Rp 3,31 triliun, belanja operasional barang Rp 2,51 triliun, anggaran pendidikan Rp 4,59 triliun, dan belanja non operasional Rp 90,40 triliun.

Kemudian, untuk realisasi APBN 2021 melalui padat karya tunai telah mencapai Rp14,37 triliun atau 61,83% dari total anggaran Rp 23,24 triliun. Pihaknya mencatat realisasi fisik sebesar 58,7% dan progres penyerapan tenaga kerja mencapai 899.031 orang atau 72,93 persen dari total target serapan tenaga kerja 1,23 juta tenaga kerja di tahun 2021.

(ara/ara)