Benahi Kabel Semrawut di DKI, BUMN Karya kerja Sama dengan Swasta

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Selasa, 07 Sep 2021 15:02 WIB
Galian manhole di sepanjang Jl Mampang Prapatan Raya telah selesai digarap. Namun, kabel-kabel yang masih menggantung di tiang belum juga diturunkan.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Pemprov DKI Jakarta memastikan tidak ada lagi jaringan utilitas udara yang semrawut pada 2021. Penataan dan pengendalian jaringan akan dilakukan di bawah tanah melalui Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) Jakarta.

Oleh karenanya, Pemprov DKI menggandeng PT Amarta Karya (Persero) dan PT MTN perusahaan yang bergerak di investasi dan perdagangan, dalam rangka pengerjaan jaringan utilitas menuju kawasan Jakarta Smart City.

Direktur Utama PT Amarta Karya (AMKA) Nikolas Agung mengatakan, kerja sama yang dilakukan dengan PT MTN dalam rangka mendukung program pemerintah DKI Jakarta untuk menata jaringan utilitas kabel bawah tanah.

"Nanti teknik yang dikerjakan oleh PT AMKA yaitu melakukan pengeboran jaringan bawah tanah sedalam tiga setengah meter. Kemudian pemasangan ducting untuk pemasangan viber optic," kata Niko seperti ditulis Selasa (7/9/2021).

Nikolas mengungkapkan, tahap pertama pengerjaan jaringan ulilitas kabel oleh PT AMKA di DKI Jakarta hingga Desember tahun ini rencanyanya 50 KM. Dan program ini terus bertambah hingga 500 KM, meliputi wilayah Jakarta Pusat dan Jakarta Barat.

Menurut dia, ada 35 ruas jalan utama yang akan dilakukan penataan kabel utilitas di Jakarta Pusat dan Jakarta Barat. Tahun ini adalah sebagai langkah awal proses pengerjaan proyek utilitas setelah PT AMKA menjalin kerja sama dengan PT MTN.

Kendati demikian, guna kelancaran proses pembangunan ulilitas jaringan kabel di dua wilayah tersebut agar tidak bersinggungan dengan masyarakat maupun lembaga lainnya, pihaknya terus berkoordinasi dengan PT MTN dalam rangka mengurus kelengkapan perizinan.

"Kita tentunya akan bergandengan tangan dengan stakeholder yang lain agar proses pembangunan ultilitas ini berjalan dengan lancer. Namun dalam kaitan ini kami akan fokus di konstruksi pengerjaannya. Adapun proses perizinan dan yang lainnya nanti PT MTN yang akan mengurusnya, dan tentunya dengan dibantu oleh teman-teman dari AMKA," jelas Nikolas.