Budi Karya Nego Harga Proyek MRT Fase 2 ke Jepang, Ini Hasilnya

Siti Fatimah - detikFinance
Selasa, 07 Sep 2021 18:30 WIB
Menhub Budi Karya Sumadi
Foto: Andhika Prasetia/detikcom
Jakarta -

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melakukan negosiasi terkait kesepakatan harga dengan kontraktor Jepang untuk proyek MRT Fase 2. Diketahui, pada proyek MRT Fase 2, masih terdapat permasalahan mengenai harga penawaran yang terlalu tinggi dari kontraktor Jepang.

Di momen kunjungannya ke Jepang, Budi Karya meminta pihak Jepang melakukan penyesuaian harga agar pembangunan dapat dilanjutkan. Lalu bagaimana hasilnya?

"Kami sudah menyampaikan pesan bahwa harga sesuai dengan kualifikasi harus diikuti, jadi yang sudah kami sampaikan kepada semua pejabat (Jepang) dan semua pejabat akan memberikan nasihat agar mereka (kontraktor Jepang) mengikuti apa yang sudah sesuai dengan ketentuan dari Indonesia," kata Budi dalam konferensipers virtual, Selasa (7/9/2021).

Lebih lanjut, dari yang mereka bahas di Jepang mendapatkan sebuah kesepakatan bahwa harga kontraktor Jepang untuk proyek MRT fase 2 akan mengikuti Indonesia. Sehingga, proyek tersebut dapat dilanjutkan.

"MRT adalah proyek penting. Kalau dari apa yang saya bahas karena ini memang ini suatu proses kegiatan-kegiatan yang akan mengharuskan mengikuti harga, dan ketentuan itu akan diikuti oleh Jepang," sambungnya.

Sekedar informasi, pada 2020 lalu pihak PT MRT mengabarkan bahwa pembangunan fase 2 akan dilakukan pada Maret 2021. Hingga 25 Mei 2021 progress fisik telah mencapai 16,56% meliputi pemasangan tulangan D-Wall, pengecoran guide wall, power blender, hingga penggalian TBM shaft.

Adapun kendala yang terjadi yaitu mengenai pengadaan paket kontrak CP 202 Harmoni-Mangga Besar, CP 205 sistem perkeretaapian dan rel, serta CP 206 untuk pengadaan kereta (rolling stock).

"Terdapat kendala atas pengadaan paket kontrak CP202, CP205, dan CP206. Salah satu penyebabnya karena pandemi COVID-19 yang tengah melanda menyebabkan risiko tinggi terhadap keseluruhan proyek Fase 2 MRT Jakarta. Selain itu, faktor minimnya keterlibatan dan ketertarikan kontraktor Jepang menyebabkan posisi tawar kontraktor Jepang khususnya untuk paket railway systems dan rolling stock menjadi sangat tinggi," ungkap Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) William Sabandar.

Lihat juga video 'Intip Kerennya Skybridge MRT ASEAN-Halte Transjakarta CSW!':

[Gambas:Video 20detik]



(dna/dna)