Hatta Rajasa Singgung Wacana Jembatan Selat Sunda, Ada Apa?

Trio Hamdani - detikFinance
Kamis, 09 Sep 2021 11:22 WIB
Menteri Perekonomian RI Hatta Rajasa menghadiri acara Macro Forum 2013 yang diselenggarakan oleh Danareksa Sekuritas di Four Season Hotel, Jakarta, Selasa (10/9/2013). Pada kesempatan itu pula Hatta membanggakan ekonomi RI yang selalu tumbuh dalam 5 Tahun Terakhir. File/DetikFoto.
Hatta Rajasa/Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Hatta Rajasa saat menjabat Menteri Koordinator Bidang Perekonomian pada 2009-2014 kerap mengemukakan rencana pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS). Dirinya pun kembali menyinggung pentingnya pembangunan proyek infrastruktur tersebut.

Menurutnya keberadaan Jembatan Selat Sunda dapat mendukung keberadaan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang kini sedang dibangun pemerintah melalui PT Hutama Karya (Persero). Pertama dia menuturkan dampak positif keberadaan JTTS.

"Jika jalan tol dan feeder feeder-nya terbangun, apa saja yang akan bangkit dari pulau Sumatera ini? kita melihat kegiatan ekonomi utama di Sumatera mulai dari oil and gas, kelapa sawit, karet, batu bara, perkapalan, besi baja, wisata, semua akan bangkit dengan adanya jalan-jalan tol dan feeder feeder menuju kepada kawasan perhatian investasi," kata dia dalam webinar HK Academy, Kamis (9/9/2021).

Selain aktivitas bepergian semakin lancar, lanjut dia keberadaan Jalan Tol Trans Sumatera diperkirakan meningkatkan kegiatan ekonomi di Sumatera. Dengan begitu akan terjadi dampak ganda yang kontribusinya signifikan terhadap PDB Indonesia.

"Kontribusi terhadap peningkatan PDB mencapai Rp 900 triliun sampai Rp 1.200 triliun dengan asumsi terjadi peningkatan investasi, baik infrastruktur maupun investasi lainnya di 8 komoditas andalan Sumatera. Jadi dengan adanya connectivity ini akan timbul multiplier effect yang dahsyat sekali. Bisa dikatakan yang tadinya Pulau Sumatera ini baru bangun masih menggeliat ini bisa lari dengan adanya jalan jalan tol ini," paparnya.

Setidaknya menurut Hatta ada lima dampak positif keberadaan Tol Trans Sumatera. Pertama, pemerintah daerah dan swasta atau investor akan membangun feeder ke jalan tol untuk menggali potensi daerah. Kedua, terbangunnya simpul-simpul logistik yang akan memperlancar pasokan dan dapat menekan biaya logistik.

Lalu yang ketiga, meningkatnya PDB daerah secara signifikan. Keempat, meningkatnya kunjungan wisata. Kelima akan tumbuh kawasan perekonomian baru dan pusat-pusat pemukiman baru yang lebih modern.

Pada akhirnya kesemuanya itu dia yakini akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun dia menilai potensi tersebut bisa lebih optimal jika Jembatan Selat Sunda dibangun.

"Potensi ini akan lebih optimal apabila Jembatan Selat Sunda dibangun sehingga akan mendorong migrasi industri di Jawa yang padat menuju ke Sumatera. Migrasi ini akan berdampak munculnya kawasan pertumbuhan ekonomi baru. Dengan demikian maka kita dapat mengatasi ketimpangan spasial antara wilayah," tambah Hatta.

Tonton juga Video: Hatta Rajasa soal Dana Stimulus Rp 405 T untuk Corona: Tidak Cukup

[Gambas:Video 20detik]



(toy/ara)