Apa Kabar Proyek Tanggul Cegah Jakarta Tenggelam?

Elsa Azzahra - detikFinance
Kamis, 16 Sep 2021 17:34 WIB
Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau tanggul laut di kawasan Muara Baru, Jakarta Utara,  Kamis (16/9).
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil, Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau program pembangunan tanggul pantai di Muara Baru Jakarta, Kamis (16/9/2021).

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono mengatakan, kota-kota di Indonesia di masa depan tidak hanya menghadapi kemacetan dan banjir, namun juga perubahan iklim.

Program pembangunan tanggul pantai tersebut bertujuan sebagai perbaikan lingkungan (environmental remediation) bagi kota Jakarta yang sudah mengalami penurunan tanah sekitar 5-10 cm per tahun.

Selain upaya pembangunan tanggul pantai untuk mengatasi dampak dari perubahan iklim ini, upaya lain yang bisa dilakukan adalah pengurangan dalam penggunaan air tanah di DKI Jakarta.

"Selain pembangunan tanggul pantai sebagai langkah mendesak, hal yang terpenting juga upaya pengurangan penggunaan air tanah di DKI Jakarta. Hal ini diperlukan untuk perbaikan lingkungan yang memang sudah melebihi daya dukungnya bagi Jakarta untuk dapat dikembangkan ke depan," ujar Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono dalam keterangan resmi, Kamis (16/9/2021)

Pengurangan pemakaian air tanah ini bisa dilakukan dengan membangun SPAM Regional Karian-Serpong yang merupakan salah satu proyek terintegrasi pengelolaan sumber daya air. Dengan begitu setelahnya diharapkan dapat menambah pasokan air bersih yang berasal dari Waduk Jatiluhur.

Melanjutkan Pembangunan tanggul pantai, Pembangunan ini sudah dilakukan pada tahun 2014 ke tahun 2018 pada tahap awal dan sudah terbangun sepanjang 4,83 km. Tahun 2014 sebagai pembangunan tahap I berlokasi di Pluit sepanjang 75 meter.

Tahun 2016-2018 pembangunan tahap II sepanjang 4,5 km yang terdiri dari dua paket. Paket 1 berlokasi di Kelurahan Muara Baru, Kecamatan Penjaringan sepanjang 2,3 km dan Paket 2 di Kelurahan Kali Baru, Kecamatan Cilincing dengan panjang tanggul 2,2 km.

Menurut Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR Jarot Widyoko, dari total 120 km rencana tanggul pantai, sepanjang 46,2 km adalah tanggul kritis yang harus segera dibangun.

Jarot juga mengatakan yang menjadi tanggung jawab Kementerian PUPR dari 4,83 km sudah selesai, sedang berlangsung 3,77 km. Sedangkan bagian Pemprov DKI terbangun 6,064 km, sedang berlangsung 0,296 km. Dan bagian swasta sudah selesai 2,1 km.

(dna/dna)