Pengumuman! Nasib Proyek MRT Fase 2 Diumumkan Pekan Depan

Siti Fatimah - detikFinance
Kamis, 30 Sep 2021 21:00 WIB
Wajah Ibu Kota Sebelum dan Setelah Ada MRT Jakarta
Foto: Pool
Jakarta -

Hasil final negosiasi dengan kontraktor Jepang soal harga proyek MRT fase 2 yang selama ini dinilai terlalu tinggi dan menghambat pembangunan fisik akan diumumkan pada pekan depan. Hal itu dikatakan Direktur Utama PT MRT Jakarta (Persero) William Sabandar.

Dia mengatakan, terkait kelanjutan kabar pembangunan MRT fase 2 dalam hal ini paket CP 202 dan 205 A masih dalam proses evaluasi. Keputusan akhir dari hasil negosiasi dengan Jepang akan diumumkan Oktober 2021.

"Kami akan memberikan informasi lebih detail setelah pengumuman. Finalnya akan kita umumkan pekan depan," kata William dalam konferensi pers daring, Kamis (30/9/2021).

Dari bahan paparan, pihaknya sudah menyelesaikan proses pelaksanaan tender yaitu dari November-Desember 2020, kemudian pada 26 Januari 2021 pelaksanaan tender dan penyampaian request for proposal dan periode Januari-Maret 2021 dilakukan masa klarifikasi dan amandemen dokumen kontrak.

Pada 26 Maret 2021 pengumpulan primary proposal dan sampai Mei 2021 pelaksanaan diskusi kontrak tahap I (pembahasan kriteria teknis). Pengumpulan non-binding proposal secara bertahap dilakukan pada 15 Juni 2021 hingga Agustus 2021, mereka masih melakukan pelaksanaan diskusi kontrak tahap II (pembahasan kriteria teknis dan kontraktual).

Dia menjelaskan, pada dasarnya penetapan harga dilakukan oleh MRT (owner estimate). Namun dalam pelaksanaannya, kontraktor Jepang menetapkan harga yang lebih mahal dari yang sudah ditetapkan panitia.

Progres proyek CP 202 sekarang sudah terbangun jalur MRT dari Harmoni-Mangga Besar, sementara CP 205A sudah pekerjaan sistem dan track work dari Bundaran HI-Mangga Besar.

"Proses tender sebelumnya gagal dua kali, pengumpulan proposalnya sudah berjalan, kunjungan Menhub ke Jepang untuk memfasilitasi karena penawaran kontraktor yang sangat tinggi oleh sebab itu kita mencoba melakukan pendekatan ke Jepang," jelasnya.

Saat ini, yang masih belum selesai dan sedang berlangsung yaitu pengumpulan final proposal dengan penawaran harga yang baru. Pada Oktober 2021 ditargetkan proses untuk signing contract (tanda tangan kontrak) dan pekerjaan konstruksi dimulai.

"Minggu ini sedang kita evaluasi kita belum bisa umumkan harga. Kita berharap semua bisa tercapai dan ketentuan MRT Jakarta, bulan Oktober ini ditargetkan melakukan contract signing dan pekerjaan konstruksi 202 dan 205 A," pungkasnya.

Seperti diketahui, pada awal September 2021 lalu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melakukan kunjungan ke Jepang salah satunya untuk membicarakan proyek tersebut.

"Kami sudah menyampaikan pesan bahwa harga sesuai dengan kualifikasi harus diikuti, jadi yang sudah kami sampaikan kepada semua pejabat (Jepang) dan semua pejabat akan memberikan nasihat agar mereka (kontraktor Jepang) mengikuti apa yang sudah sesuai dengan ketentuan dari Indonesia," kata Budi dalam konferensi pers virtual, Selasa (7/9/2021).

(zlf/zlf)