Menhub Sebut Bandara Mopah Merauke Akan Dikembangkan Lebih Besar

Khoirul Anam - detikFinance
Minggu, 03 Okt 2021 16:31 WIB
Jakarta -

Presiden Joko Widodo dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meresmikan Terminal Baru Bandara Mopah di Kabupaten Merauke, Papua, pada hari ini. Budi Karya mengatakan Bandara Mopah akan terus dikembangkan lebih besar.

"Karena bandara ini bukan sekadar berkaitan dengan penumpang, tetapi juga logistik, dari Merauke ke daerah-daerah lain yang berada di puncak-puncak dan kabupaten sekitarnya," kata dia dalam keterangan tertulis, Minggu (3/10/2021).

Ia menyampaikan terima kasih kepada sejumlah pihak, yakni pemerintah daerah baik Pemerintah Provinsi Papua maupun Pemerintah Kabupaten Merauke yang telah membantu terkait pembebasan lahan. Kemudian, kepada DPR yang telah memberikan dukungan terhadap program-program konektivitas Kemenhub yang ada di Indonesia bagian timur.

Selain itu, ia menyampaikan terima kasih kepada Jokowi yang telah memberikan arahan dan bimbingan untuk memberikan konsentrasi dan perhatian secara khusus terhadap Papua dalam rangka meningkatkan konektivitas maupun kelancaran logistik.

"Selain Bandara Mopah, kami tengah membangun dan mengembangkan beberapa bandara antara lain, Bandara Ewer di Asmat, Bandara Mozes Kilangin di Timika, Bandara Siboru di Fakfak, dan Bandara Douw Aturure di Nabire. Diharapkan kehadiran bandara-bandara tersebut akan semakin meningkatkan konektivitas di Papua dan sekitarnya," kata dia.

Sementara itu, Jokowi berharap Terminal Baru dapat meningkatkan kualitas pelayanan terhadap penumpang.

"Terminal baru ini diharapkan bisa meningkatkan kualitas pelayanan terhadap penumpang. Kita harapkan makin tertata, bersih, dan nyaman agar penumpang terlayani dengan baik di bandara ini," jelas Jokowi.

Jokowi mengatakan, ke depan akan terus meningkatkan kapasitas bandara di ujung timur Indonesia untuk mengantisipasi peningkatan jumlah penumpang, mobilitas, dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Ia juga berpesan kepada Gubernur Papua dan Bupati Merauke agar dapat memanfaatkan bandara dengan sebaik-baiknya.

"Bandara ini dapat mendorong lahirnya sentra-sentra ekonomi baru di Kabupaten Merauke dan sekitarnya, serta meningkatkan daya saing daerah dalam ekspor dan investasi. Sehingga betul-betul bisa bermanfaat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Merauke dan masyarakat Papua," ungkapnya.

Lebih lanjut, Jokowi menjelaskan pentingnya infrastruktur, khususnya transportasi. Menurutnya, sebagai negara besar dan rentang wilayah yang luas, Indonesia membutuhkan konektivitas agar bisa saling terhubung.

"Konektivitas yang bisa mempersatukan kita sebagai satu bangsa, memudahkan mobilitas orang, barang, dan jasa. Sehingga ekonomi kita semakin efisien dan meningkatkan daya saing negara dalam persaingan global," ujar Jokowi.

Dalam 7 tahun terakhir, lanjut Jokowi, pemerintah terus membangun dan mengembangkan sejumlah infrastruktur baik bandara, pelabuhan, dan jalan, untuk memperlancar konektivitas dan program-program pemerintah seperti Tol Laut.

Diketahui, pengembangan terminal penumpang Bandara Mopah dilakukan Kemenhub melalui Ditjen Perhubungan Udara menggunakan alokasi anggaran APBN sekitar Rp 141 miliar. Ini merupakan pengembangan tahap pertama yang telah diselesaikan dari rencana total tiga tahap pengembangan.

Saat ini, terminal penumpang di Bandara Mopah memiliki luas 7.200 m2 yang dapat melayani hingga 638.850 penumpang per tahun. Desain dari gedung terminal penumpang terinspirasi dari burung kasuari yang merupakan salah satu fauna khas Papua. Bandara ini memiliki runway sepanjang 2.500 m x 45 m sehingga mampu didarati pesawat besar, seperti tipe Boeing 737-900 dan Airbus A320.

Bandara Mopah Merauke merupakan salah satu bandara yang disiapkan untuk mendukung kegiatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX dan Pekan Paralimpiade Nasional (PEPARNAS) XVI di Papua, selain Bandara Sentani di Jayapura dan Bandara Mozes Kilangin di Timika.

Budi Karya menyebut, pihaknya berupaya maksimal dalam membangun dan mengembangkan sarana dan prasarana transportasi di Papua. Hal ini sejalan dengan implementasi Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 tahun 2020 tentang Percepatan Pembangunan Kesejahteraan di Provinsi Papua dan Papua Barat.

Sebagai informasi, turut hadir dalam acara peresmian Ketua DPR Puan Maharani, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Bupati Kabupaten Merauke Romanus Mbaraka.

(fhs/hns)