Masih Ada Warga Tinggal di Kawasan Sirkuit Mandalika, Ini 3 Faktanya

Anisa Indraini - detikFinance
Senin, 18 Okt 2021 19:00 WIB
Foto udara tikungan ke-10  lintasan Mandalika International Street Circuit saat matahari terbit di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, Sabtu (21/8/2021). Sirkuit internasional Mandalika sepanjang 4,31 km dengan 17 tikungan memiliki kelebihan diantaranya lokasi sirkuit dikelilingi panorama perbukitan dan laut yang indah dan lintasan utama sirkuit menggunakan teknologi aspal terbaru stone mastic asphalt (SMA) dan disebut merupakan yang terbaik di dunia bahkan mengalahkan Sirkuit Sepang.ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/aww.
Sirkuit Mandalika/Foto: ANTARA FOTO/AHMAD SUBAIDI
Jakarta -

Puluhan Kepala Keluarga (KK) masih ada yang tinggal di kawasan Pertamina Mandalika International Street Circuit atau Sirkuit Mandalika. Padahal lintasan tersebut bakal dipakai balapan World Superbike (WSBK) pada 19-21 November 2021.

Mereka berasal dari Dusun Bunut, Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Berikut tiga faktanya:

1. 43 KK Masih Tinggal di Kawasan Sirkuit

Kurang lebih masih ada 43 KK yang belum pindah dari lokasi sirkuit Mandalika. Alasannya karena masalah status Hak Pengelolaan Lahan (HPL) antara pihak Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) dan warga, di mana masing-masing mengklaim kepemilikan lahannya.

"Permasalahan lahan sudah masuk HPL, lahan warga sudah masuk HPL-nya ITDC sehingga ITDC merasa tanah itu, lahan itu sudah jadi miliknya. Sementara warga masih belum melepaskan atau belum menjual lahan yang dimasukkan HPL ITDC," kata Kepala Dusun Bunut, Rahmat Panye kepada detikcom, Senin (18/10/2021).

Ada juga warga yang menolak mengosongkan lahan atau rumah tersebut sebelum ITDC membayar lunas uang penggantian.

Berlanjut ke halaman berikutnya.



Simak Video "Sirkuit Mandalika Sudah Diaspal 100%, Siap Gelar WSBK Tahun Ini?"
[Gambas:Video 20detik]