Kereta LRT Jabodebek Tabrakan, Produksinya Telan Rp 3,9 T

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Senin, 25 Okt 2021 17:24 WIB
Ilustrasi LRT Jabodebek di pemberhentian terakhir stasiun/pool Cibubur.
Foto: Tri Aljumanto
Jakarta -

Rangkaian kereta LRT Jabodebek tabrakan di kawasan Munjul, Cibubur, Jakarta Timur (Jaktim). Tabrakan LRT itu terjadi saat kereta tersebut sedang diuji coba.

Nasib nahas LRT Jabodebek ini terjadi berdekatan dengan rampungnya seluruh proses produksi dan pengiriman trainset kereta ringan tersebut. Seluruh trainset LRT Jabodebek jumlahnya mencapai 31.

Direktur Utama PT INKA (Persero) Budi Noviantoro mengatakan bahwa nilai kontrak pengadaan LRT Jabodebek yang ditangani perseroan adalah Rp 3,9 triliun. Pengadaannya ditandatangani sejak tanggal 18 Januari 2018 antara PT INKA (Persero) dengan PT KAI (Persero).

"Adapun susunan satu trainset-nya berupa 6 kereta dengan 4 kereta berpenggerak (motor car-M dan Motor Car dilengkapi Cabin-MC) dan 2 kereta non tidak berpenggerak (trailer car-TC). Satu trainset tersebut dapat mengangkut 740 penumpang saat kondisi normal dan 1.300 penumpang saat kondisi okupansi maksimum," jelas Budi dalam keterangan resminya beberapa waktu lalu.

LRT Jabodebek merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN). Proyek ini ditargetkan beroperasi pada 17 Agustus 2022.

Saat ini sedang dilakukan kegiatan pengujian dinamis sarana di lintas layang Jabodebek. Pada tahap selanjutnya akan dilakukan uji komunikasi On Board Control Unit (OBCU) persinyalan dengan Train Control Management System (TCMS) pada kereta yang ditargetkan selesai November 2021.

Menjelang trial run akan dilakukan uji Grade of Automation (GoA) 3 yang dijadwalkan bulan Maret-Juni 2022. Trial run sendiri dijadwalkan pada bulan Juni-Agustus 2022 hingga direncanakan siap dioperasikan pada 17 Agustus 2022.

(eds/ara)