Alasan di Balik Pembangunan Terowongan Silaturahmi Istiqlal-Katedral Rp 37 M

Siti Fatimah - detikFinance
Senin, 25 Okt 2021 20:15 WIB
Wakil Presiden RI Maruf Amin meninjau pembangunan Terowongan Silaturahmi Masjid Istiqlal dan Gereja Katedal Jakarta. Terowongan ditargetkan selesai September.
Foto: Dok. Kementrian PUPR

Selain berfungsi sebagai tempat penyeberangan orang, pemerintah juga menaruh misi sebagai simbol kerukunan antar umat beragama secara umum dan khususnya bagi umat Islam dan Katolik.

"Toleransi yang satunya Natalan, yang satunya Lebaran. Jadi menghubungkan tempat peribadatan, dan kita menyediakan fasilitas yang bisa digunakan bersama-sama. Pemerintah menyediakan tempat untuk parkir dua tempat peribadatan. Saya pikir karena dilakukan bersama-sama maka itu silaturahmi, saling bisa menyapa, dan ada toleransi menggunakan tempat yang sama," pungkasnya.

Sebagai informasi, meski konstruksi Terowongan Silaturahmi ini sudah rampung 100% namun pemerintah belum meresmikan dan belum dibuka untuk umum. Nantinya, Kementerian PUPR menyerahkan terowongan tersebut ke Kementerian Agama dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

"Kita serahkan ke Kemenag dan juga ada dengan DKI Jakarta. Nanti segera mudah-mudahan di manfaatkan. Kalau Kemenag oke, kita serahkan ke Kemenag," pungkasnya.


(ara/ara)