Ratusan Besi Proyek Kereta Cepat JKT-BDG Dicuri, KCIC Buka Suara

Aulia Damayanti - detikFinance
Selasa, 09 Nov 2021 16:55 WIB
Menteri BUMN Rini Soemarno mengecek lokasi proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung di Halim, Jakarta Timur. Proyek ini terus berjalan setelah pinjaman dari China cair.
Ilustrasi Proyek Kereta Cepat JKT-BDG (Foto: Achmad Dwi Afriyadi)
Jakarta -

Ratusan besi proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung diketahui dicuri oleh sejumlah oknum. Perusahaan Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) mengungkap besi yang dicuri itu bukanlah bagian dari komponen konstruksi utama lintasan KCJB, melainkan hanya besi untuk kebutuhan temporary support.

"Konstruksi utama KCJB aman. Besi-besi yang dicuri hanya untuk keperluan temporary support seperti H-beam, scaffolding, dan sebagainya. Bukan besi tulangan yang dipakai pada konstruksi lintasan atau stasiun," jelas Corporate Secretary Kereta KCIC Mirza Soraya, dalam keterangan pers, Selasa (9/11/2021).

Ia mengatakan pencuri berhasil mengambil 118 ton besi proyek di DK0+600 Halim, Cipinang Melayu, Makasar, Jakarta Timur yang terungkap pada 30 Oktober 2021. Pencurian terhadap besi-besi untuk kebutuhan temporary support proyek KCJB itu dilakukan dengan cara membobol pagar pembatas di kawasan konstruksi.

Pada 30 Oktober hingga 6 November 2021, pihak kepolisian dari Polsek Makasar telah berhasil menangkap lima dari sembilan pelaku pencurian setelah dilakukan pengintaian secara berkala.

Dari penangkapan tersebut, telah diamankan barang bukti berupa H-beam 6 meter sebanyak 7 pcs serta mobil pick up yang digunakan pelaku untuk membawa besi curian tersebut. Namun sampai saat ini, 4 pelaku masih berstatus DPO.

"Pihak Kontraktor telah berkoordinasi dengan subkon dan juga pengamanan kepolisian polsek Makasar Pinang Ranti terkait hal tersebut sehingga dapat dilakukan penangkapan terhadap lima dari sembilan pelaku. Barang bukti sudah diamankan namun empat pelaku lain masih dalam proses pencarian oleh pihak berwenang," paparnya.

Mirza menekankan kalau saat ini, pihaknya sudah meningkatkan keamanan di seluruh area tersebut, termasuk bekerja sama dengan pihak kepolisian dan tokoh masyarakat setempat. Pos penjagaan serta CCTV pun ditambah khususnya di lokasi yang rawan pencurian.

Bersambung ke halaman selanjutnya.

Tonton juga Video: Blak-blakan Faisal Basri, Jangan Obral Fasilitas ke China

[Gambas:Video 20detik]