Pelabuhan Eksisting Labuan Bajo Bakal Tertutup Buat Kapal Roro

Trio Hamdani - detikFinance
Selasa, 23 Nov 2021 17:12 WIB
Warga negara asing (WNA) bersiap menyeberang ke Labuan Bajo, NTT dengan menggunakan kapal pinisi di Pelabuhan Serangan, Denpasar, Bali, Kamis (28/10/2021). Penyeberangan menuju ke Pulau Nusa Penida, Pulau Gili Lombok, NTB dan Labuan Bajo, NTT melalui pelabuhan tersebut mulai ramai sejak awal bulan Oktober 2021 dengan rata-rata 50-100 wisatawan per hari. ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/hp.
Ilustrasi/Foto: ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo
Jakarta -

Pelabuhan eksisting di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) akan dikhususkan bagi kapal-kapal wisata dan kapal penumpang. Nantinya kapal Ro-Ro tidak bisa lagi berlabuh di pelabuhan yang berlokasi di pusat kota Labuan Bajo itu.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas III Labuan Bajo, Hasan Sadili menjelaskan bahwa hal tersebut menjadi isu yang darurat (emergency).

"Di pelabuhan eksistingnya ada kapal wisata dan kapal penumpang. Nah yang terlewat pada saat itu adalah bagaimana untuk kapal-kapal Ro-Ro. Nah, kapal Ro-Ro saat ini memiliki jumlah kunjungan terbanyak di Pelabuhan Labuan Bajo," katanya dalam diskusi dengan wartawan di kawasan Pelabuhan Multipurpose Wae Kelambu, NTT, Selasa (23/11/2021).

Dia menjelaskan arus kapal Ro-Ro di pelabuhan eksisting bisa mencapai 15 sampai 20 kali dalam satu bulan. Hal itu perlu diperhatikan karena nantinya pelabuhan eksisting hanya difungsikan untuk kapal wisata dan penumpang.

Diperkirakan bahwa mulai 31 Desember 2021, kapal Ro-Ro sudah tidak bisa lagi masuk ke Labuan Bajo melalui pelabuhan eksisting. Di sisi lain, Pelabuhan Multipurpose Wae Kelambu yang diresmikan bulan lalu tidak didesain untuk kapal Ro-Ro.

"Nah sementara sekarang lagi diadakan penataan alih fungsi dari yang awalnya terminal umum menjadi terminal khusus wisata dan penumpang. Berarti Desember ini per tanggal 31 sebetulnya Ro-Ro itu sudah nggak bisa masuk lagi di pelabuhan eksisting kita, dan di terminal multipurpose pun rencana induk pelabuhannya tidak direncanakan untuk kapal Ro-Ro," jelasnya.

Tapi sudah ada pembahasan yang dilakukan dengan PT Pelindo selaku operator Pelabuhan Multipurpose Wae Kelambu agar bagaimana caranya sementara bisa menampung kedatangan kapal Ro-Ro.

"Yang paling emergency adalah bagaimana nanti tindakan dari baik pemerintah daerah maupun pemerintah pusat mengalihkan yang awalnya dermaga eksisting kita disinggahi kapal Ro-Ro, menjadi tidak bisa disinggahi lagi. Nah itu sangat urgent sehingga pernah kami lakukan pembahasan bersama dengan pemerintah daerah dan PT Pelindo untuk dimungkinkan selama belum dibangunnya pelabuhan untuk kapal Ro-Ro itu dipindahkan sementara di Terminal Multipurpose Wae Kelambu ini," tambahnya.

(toy/eds)