Heboh 'Jebakan Utang', Ini Daftar Proyek Raksasa RI yang Dibiayai China

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Senin, 29 Nov 2021 14:43 WIB
Pemerintah China serius mengembangkan jaringan kereta cepat (High Speed Train/HST) rute Jakarta-Bandung. Kini, China tengah bersaing ketat dengan Jepang untuk dipilih sebagai pengembang kereta cepat. Keseriusan China membangun HST, ditunjukkan dengan menampilkan berbagai desain hingga miniatur keret cepat di Senayan City. Rachman Haryanto/detikcom.
Ilustrasi/Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Negara Uganda di Afrika Timur dikabarkan menyerahkan asetnya yakni ke Bandara Internasional Entebbe ke China. Sebab, negara tersebut gagal bayar utang ke Negara Tirai Bambu.

Pemerintah Uganda telah mendapatkan pinjaman dari Bank Exim China sebanyak US$ 207 juta untuk memperluas Bandara Internasional Entebbe. Pinjaman tersebut memiliki jangka waktu 20 tahun termasuk masa tenggang tujuh tahun. Pembayaran utang itu tersendat karena kabarnya pihak bandara tengah krisis.

Sejatinya, banyak negara berurusan utang dengan China untuk membangun infrastruktur, termasuk Indonesia. Lantas, apa saja proyek-proyek di Indonesia yang dibiayai China? Ini daftarnya:

1. Waduk Jatigede

Proyek yang digagas sejak era Presiden Soekarno ini mulai dialiri air pada 2015 lalu. Acara penggenangan air itu diresmikan oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono.

"Saya ditugasi Pak Presiden Jokowi untuk meresmikan penggenangan hari ini," katanya di Bendungan Jatigede, Sumedang, Jawa Barat, Senin (31/8/2015).

Pembangunan proyek waduk Jatigede memiliki nilai investasi Rp 4 triliun melalui dana APBN dan pinjaman Bank Exim China sebesar 90%.

2. Tol Medan-Kualanamu

Tol sepanjang 17,8 km ini menelan biaya Rp 1,347 triliun. Dari total konstruksi Rp 1,347 triliun, 90% di antaranya berasal dari pinjaman China melalui Bank Exim China dan 10% dari APBN.

Pembangunan tol ini dimulai pada 2012 lalu. Pembangunan tol ini diresmikan Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto.

"Kontrak pembangunan sebenarnya telah ditandatangani pada Desember 2011, saya harapkan awal tahun sudah bisa dimulai. Kenyataannya baru bisa kita lakukan hari ini. Karena kita terlambat mulai saya tidak mau buang-buang waktu agar kita tidak telat selesai," ungkap Djoko dalam sambutannya saat ground breaking Jalan Tol Medan-Kualanamu di Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang, Rabu (7/11/2012).

Selanjutnya utang China untuk biaya proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Langsung klik halaman berikutnya.

Lihat juga Video: Menlu Retno Sebut China Berkomitmen Jaga Stabilitas Laut Cina Selatan

[Gambas:Video 20detik]