Luhut Perintahkan Ambruknya Pilar Proyek Kereta Cepat Diinvestigasi!

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Kamis, 09 Des 2021 21:00 WIB
Luhut Binsar Pandjaitan (dok. YouTube Sekretariat Presiden)
Foto: Luhut Binsar Pandjaitan (dok. YouTube Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi turun tangan menyikapi ambruknya pilar pada proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung. Kementerian di bawah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan ini meminta agar ambruknya pilar pada proyek tersebut diinvestigasi.

Video ambruknya pilar proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung ini viral di media sosial. Dalam video yang beredar terlihat pilar yang ambruk menimpa ekskavator.

"Kami meminta agar segera ada investigasi mendalam, dan hasil investigasi untuk segera dilaporkan ke tim KKJTJ (Komisi Keamanan Jembatan, dan Terowongan Jalan) dan K2K (Komite Keselamatan Konstruksi) Kementerian PUPR. Ini menjadi perhatian serius bagi kami," kata Juru Bicara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Jodi Mahardi kepada detikcom, Kamis (9/12/2021).

Dia menegaskan, semua pihak harus memperhatikan keselamatan kerja dan melaksanakan standar operasional prosedur (SOP).

"Semua pihak yang terkait dengan proyek KCJB harus memperhatikan keselamatan kerja dan melaksanakan SOP sebaik mungkin," ujar Jodi.

Sebelumnya, PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) menjelaskan kronologi ambruknya pilar tersebut. Dalam keterangan tertulis KCIC dijelaskan, Tim Quality PT KCIC dan Konsultan Supervisi CDJO menemukan pergeseran alignment pekerjaan pier (pilar) di DK46 dan menginstruksikan kontraktor melakukan rework dan membongkarnya untuk dibangun kembali sesuai spesifikasi teknis yang sudah ditetapkan.

SOP Engineering terkait dengan pembongkaran pier untuk rework sudah ditetapkan termasuk aspek keselamatan konstruksinya, namun berdasarkan hasil investigasi yang sudah dilakukan oleh KCIC didapatkan bahwa kontraktor melanggar SOP tersebut sehingga timbul kejadian seperti yang ada di dalam video.

Pasca kejadian pembongkaran pier KCJB di DK46, Teluk Jambe, Kabupaten Karawang yang dilakukan tanpa SOP Konstruksi yang benar sehingga menimpa ekskavator (5/12), PT KCIC langsung memanggil, melakukan investigasi dan memberikan teguran langsung kepada kontraktor terkait agar kejadian serupa tidak terulang.

"Betul adanya bahwa saat dilakukan pekerjaan Rework pembongkaran pier, kontraktor lalai dalam melaksanakan SOP sehingga pier menimpa ekskavator yang digunakan. Kami langsung memanggil kontraktor dan memberikan teguran agar semua pekerjaan dilakukan dengan SOP yang sudah ditetapkan oleh Tim Engineering dan SSHE sehingga kejadian serupa tidak terulang lagi," jelas Presiden Direktur KCIC Dwiyana Slamet Riyadi.

Dwiyana mengatakan, biaya rework ditanggung kontraktor. Sehingga tidak menimbulkan pembengkakan biaya.

"Biaya rework ditanggung kontraktor dan tidak menimbulkan potensi tambahan cost overrun untuk proyek KCJB," katanya.

(acd/das)