3 Fakta Tol Cisumdawu yang Batal Dibuka Akhir Tahun Ini

Anisa Indraini - detikFinance
Senin, 20 Des 2021 19:00 WIB
Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) kemungkinan tidak akan  dioperasikan seluruhnya di akhir tahun 2021. Pantauan detikcom di lokasi, proyek tol di kawasan rawan longsor itu masih banyak yang harus dikerjakan, Jumat, (17/12/2021).
Foto: Nur Azis
Jakarta -

Tol Cisumdawu (Cileunyi-Sumedang-Dawuan) batal beroperasi akhir tahun ini. Pembebasan lahan jadi masalah klasik pembangunan proyek tersebut.

"Belum bisa (diresmikan akhir tahun ini). Ada kendalanya pertama di lahan, tanah wakaf, tanah masjid, tanah makam, juga bangunan-bangunan belum bebas, kayak gitu masih ada hal-hal yang terkendala. Di samping memang karena kondisi terus hujan, tapi bagi kita nggak ada masalah itu ya," kata Direktur Teknik PT Citra Karya Jabar Tol (CKJT) Bagus Medi Suwarso kepada detikcom, Senin (20/12/2021).

Berikut 3 faktanya:

1. Hanya Seksi 1

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Hedy Rahadian mengatakan Tol Cisumdawu batal dibuka sepenuhnya akhir tahun ini karena kondisi tanah yang terancam longsor. Kemungkinan yang baru akan dibuka dalam waktu dekat yakni seksi 1 Cileunyi-Ranca Kalong sepanjang 11,45 kilometer (km).

"Betul masih kita evaluasi keamanannya, yang cukup aman dibuka kemungkinan hanya seksi 1 saja," jelas Hedy saat dihubungi terpisah.

2. Progres Tol

Progres Tol Cisumdawu yang dikerjakan oleh pemerintah untuk seksi 1 Cileunyi-Rancakalong (10,57 km) ditargetkan bisa selesai akhir Desember 2021 ini. Untuk seksi 2 Ranca Kalong-Sumedang (17,05 km), keseluruhan hingga saat ini progresnya mencapai 94%.

Sementara untuk bagian yang dikerjakan oleh PT CKJT sepanjang 33,22 km, seksi 3 ruas Sumedang-Cimalaka realisasi konstruksinya sudah mencapai 100%. Lahan yang belum bebas sepenuhnya adalah seksi 4 ruas Cimalaka-Legok dan seksi 5 ruas Legok-Ujung Jaya.

"Kalau untuk seksi 4-5 beberapa konstruksi sudah mulai tapi penimbunannya ini masih terkendala dari lahan. Kalau seksi 6 (realisasi konstruksi) sudah 80-an%, targetnya Desember ini mudah-mudahan secara konstruksi bisa selesai," ujar Bagus.

3. Pembangunan dari Era SBY

Proyek Tol Cisumdawu sudah cukup lama dimulai, bahkan sejak era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memerintah. Awal perencanaannya dimulai pada 2005 silam, sebelum akhirnya dilakukan groundbreaking pada November 2012.

Saat itu, jalan bebas hambatan dengan panjang sekitar 61,72 kilometer (km) tersebut ditargetkan rampung pada 2014. Faktanya penyelesaian pekerjaan proyek Tol Cisumdawu hingga kini tak kunjung usai dengan target penyelesaian yang terus berubah-ubah seperti 2019, 2020, 2021, dan target terbarunya 2022.

"Saya berharap 2022 awal sudah bisa (selesai), mudah-mudahan secepatnya lahan itu bebas, segera kami lakukan proses konstruksi, paralel dengan apa yang sudah kami lakukan selama ini. Ketika lahan sudah bebas, kami bergerak," tutur Bagus.

(aid/eds)