Brantas Abipraya Kembangkan Pelabuhan Benoa Bali dengan Pelindo

Atta Kharisma - detikFinance
Selasa, 21 Des 2021 21:35 WIB
Brantas Abipraya
Foto: dok. Brantas Abipraya
Jakarta -

PT Brantas Abipraya (Persero) bekerja sama dengan Pelindo mengembangkan Pelabuhan Benoa di Bali. Kolaborasi ini merupakan upaya dari Brantas untuk berkontribusi terhadap pembangunan di Indonesia.

"Kami memulai pengerjaan pertengahan tahun ini (Juni, 2021) dan ditargetkan selesai hingga masa pemeliharaan pada 2023 mendatang. Pengerjaan pengembangan Pelabuhan Benoa ini dapat turut meningkatkan pelayanan pariwisata nasional," ujar Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya Miftakhul Anas dalam keterangan tertulis, Selasa (21/12/2021).

Anas mengatakan, Brantas Abipraya dipercaya Pelindo untuk melakukan Design & Build Pekerjaan Revetment & Retaining Wall Area Pengembangan 1. Revetment adalah berupa struktur pelindung yang dibangun sebagai penahan gempuran gelombang yang berfungsi sebagai proteksi terhadap area pelabuhan.

Hal itu berfungsi untuk memperkuat tepi area pelabuhan agar tidak tergerus karena ombak, dan diharapkan dengan rampungnya pengerjaan ini dapat menghindari adanya pengikisan tepi area pelabuhan.

"Pembangunan pengembangan Pelabuhan Benoa yang digarap Brantas Abipraya ini dilaksanakan selama 350 hari kalender untuk jangka waktu pelaksanaan dan 354 hari kalender untuk jangka waktu pemeliharaan. Masuk menjadi salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN), Pelabuhan Benoa telah masuk dalam Program Pengembangan Superhub sesuai amanat Peraturan Presiden (Perpres) RI Nomor 109 tahun 2020 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan PSN," katanya.

Pihaknya juga yakin Brantas Abipraya dapat menyelesaikan proyek ini tepat waktu dengan mengutamakan kualitas mutu, pelayanan dan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja).

"Ya, K3 selalu menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan proyek kami, apalagi di saat pandemi ini, penerapan disiplin protokol kesehatan selalu dilakukan guna mengantisipasi penyebaran COVID-19 di proyek-proyek Brantas Abipraya. Langkah pencegahan juga dijalankan seperti dengan selalu memantau kesehatan para tenaga kerja di proyek, memonitor dengan aplikasi AYO SEHAT yang telah kami kembangkan tahun 2020, untuk mendeteksi tingkat risiko tertular COVID-19," pangkas Anas.

(prf/hns)