Penerbangan Kargo Perdana, Bandara Kertajati Digadang Jadi Pusat Logistik

Geordi Oswaldo - detikFinance
Rabu, 22 Des 2021 15:13 WIB
Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) alias Bandara Kertajati kini sepi karena tidak ada penerbangan komersial. Kondisinya bak mati suri.
Foto: Andhika Prasetia/detikcom
Jakarta -

Bandara Kertajati digadang-gadang akan menjadi bandara Pusat Logistik Indonesia. Hal itu ditandai dengan penerbangan kargo pertama di bandara Majalengka ini.

Penerbangan pertama alias Inaugural Flight untuk kargo dilakukan di Terminal Kedatangan Bandara Kertajati. Acara ini dihadiri Ketua MPR-RI Bambang Soesatyo, Direktur Utama PT Angkasa Pura Kargo Gautsil Madani, CEO group Asia Cargo Network Marco Isaak, dan Presiden Direktur JNE Mohammad Feriadi.

"Mudah-mudahan ini menjadi Langkah awal untuk penerbangan-penerbangan kargo berikutnya," ujar Bambang Soesatyo dalam keterangan tertulis, Rabu (22/12/2021)

Bamsoet berharap, penerbangan perdana ini akan memicu penerbangan-penerbangan yang lain, sehingga Bandara Kertajati akan semakin ramai dan hidup, yang pada akhirnya berkontribusi kepada perekonomian.

Inaugurasi ini sebagai bentuk nyata Bandara Kertajati yang akan dikembangkan menjadi Bandara Pusat Logistik Indonesia, Bandara khusus Haji & Umroh, Pemeliharaan Pesawat (MRO) dan Freighter Center Hub/Cargo Village. Kawasan Terminal Kargo Bandara Kertajati sudah dilengkapi CCTV yang beroperasi 24 jam, tempat penyimpanan Barang Berbahaya/Dangerous Good Storage, Peralatan K3, office area, container parking area, dan gas station.
Angkasa Pura Kargo, sebagai operator Terminal Kargo Bandara Kertajati turut mendukung pertumbuhan kargo di Bandara Kertajati dengan memberikan layanan dan fasilitas terbaik.

Bandara Kertajati sendiri memiliki luas gedung terminal kargo 4.480 M2. Saat ini, penerbangan yang melayani pengiriman kargo di Bandara Kertajati adalah Asia Kargo Airlines atau yang dulu dikenal dengan Tri MG Airlines. Asia Kargo Airlines melayani penerbangan kargo total 40 flight dan muatan Tonase sebesar 500 ton per bulan. Asia Kargo tentu tidak hanya puas dengan angka tersebut. Kedepannya target dalam waktu dekat manjadi 1000 ton per bulan. Untuk komoditas yang dikirim di Bandara Kertajati adalah General Cargo.

Akses transportasi pengiriman Kargo juga didukung lokasi bandara diantara dua infrastruktur besar di Jawa Barat, di antaranya Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat serta akses Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan atau Cisumdawu yang terhubung ke Kota Bandung.

Adapun yang melakukan penerbangan kargo adalah Asia Cargo Airlines dan Black Stone Cargo Airline.

Asia Cargo Airlines telah membuat rencana frekuensi penerbangan kargo dari BIJB Kertajati. Per harinya akan ada 2 kali penerbangan, terdiri dari 1 kali penerbangan outgoing dan 1 kali penerbangan incoming, selama 5 hari dalam seminggu. Sehingga total penerbangan setiap bulannya mencapai 40 penerbangan. Terdiri dari 20 penerbangan outgoing dan 20 penerbangan incoming, dengan muatan rata-rata 500 ton per bulan.

"Tahap selanjutnya Asia Cargo Airlines dan Black Stone Group harus dapat meningkatkan frekuensi penerbangan dan jumlah muatan hingga mencapai 80 penerbangan untuk rute domestik dengan total rata-rata muatan kargo sebanyak 1.000 ton perbulannya. Tidak hanya rute domestik, Asia Cargo Airlines juga harus membuka penerbangan kargo internasional dari BIJB Kertajati ke Singapura, Manila, Hongkong dan Cina yang diharapkan dapat terlaksana pada Kuartal II Tahun 2022. Sementara untuk domestik ke Medan, Pekanbaru, Batam, Papua dan Papua Barat," papar Bamsoet.



Simak Video "Dapat Limpahan Penerbangan dari Halim, Kertajati Masih Sepi"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)