Tol Bali Mandara Bakal Dibikin Hijau, Gimana Tuh?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Sabtu, 08 Jan 2022 14:00 WIB
Sejumlah gempa mengguncang wilayah barat Pulau Jawa yang getarannya terasa hingga Jakarta. Gempa harusnya bukan hal yang aneh terjadi di Indonesia mengingat wilayah Indonesia masuk dalam cincin api atu ring of fire.
Dengan kondisi tersebut, bagaimana ketahanan infrastruktur RI terhadap gempa? Salah satu infrastruktur yang mendapat perhatian adalah jalan tol Bali Mandara yang hampir 100% strukturnya merupakan jalan layang yang membentang di atas laut. Direktur Utama PT Jasamarga Bali Tol, Akhmad Tito Karim, berani menjamin jalan tol yang dikelolanya tahan terhadap gempa. Dalam desainnya, jalan tol ini tahan terhadap gempa 1.000 tahun, kata dia saat berbincang dengan detikFinance, akhir pekan lalu.
Foto: Istimewa/Jasamarga Bali Tol
Jakarta -

Indonesia akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan KTT G20 dan mengambil tema besar recover together, recover stronger. Nantinya Pulau Bali akan menjadi pusat penyelenggaraan konferensi tingkat tinggi ini. Karena itu Bali akan dibuat menjadi lebih ramah lingkungan melalui pembenahan infrastruktur kawasan yang didukung dengan penghijauan yang masif.

Salah satunya adalah Jalan Tol Bali - Mandara yang menjadi infrastruktur pendukung yang dilintasi tamu kenegaraan. Sekadar informasi jalan ini merupakan tol pertama di Bali yang menghubungkan tiga wilayah yaitu Nusa Dua, Ngurah Rai dan Benoa.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengungkapkan nantinya penghijauan di atas tol ini bisa dengan pohon atau tanaman bunga.

"Untuk beautifikasi sehingga terlihat lebih lembut, hal ini akan disiapkan dengan arsitek landscape untuk desainnya," kata dia dalam keterangan pers, ditulis Sabtu (8/1/2022).

Saat ini jalan tol sudah menerapkan energi hijau dengan pembangkit listrik tenaga surya di jalur motor yang saat ini masih dalam kajian bsinsi. Nah untuk mendukung program penghijauan telah dilakukan penanaman 72 ribu bibit mangrove di lingkungan jalan tol dan sosialisasi pengurangan penggunaan sampah plastik.

Jalan Tol Bali - Mandara ini adalah satu-satunya jalan tol di RI yang punya jalur untuk motor. Ada 22 gerbang yang terdiri dari 8 di Nusa Dua (4 untuk mobil dan 4 untuk motor), 7 di Ngurah Rai (4 untuk mobil dan 3 gerbang untuk motor) dan 7 gerbang di Benoa ( 4 untuk mobil dan 3 untuk motor).

Demi keamanan berkendaran jalan tol ini juga dipasang alat pengukur kecepatan angin berupa anemometer berbasis Internet of Things (IoT) demi keamanan berkendara.

Alat ini akan memudahkan monitoring kecepatan angin real time hanya dengan melalui gadget serta dapat memberikan warning apabila kecepatan angin melebihi standar yang berlaku di Jalan Tol.

Saat kecepatan angin mencapai 40 km/jam, alat akan mulai mengeluarkan warning. Jika kecepatan angin melebihi 60 km/jam, jalur motor ditutup sementara guna menghindari resiko kecelakaan. Dan apabila sudah melebihi 80 km/jam, jalur mobil juga ikut ditutup.

Selain itu, Jalan Tol Bali - Mandara juga dilengkapi 50 CCTV pemantau 24 jam untuk memantau pergerakan kendaraan dan panel listrik berbasis IoT untuk memudahkan dalam pemantauan listrik tanpa harus kelokasi panel.

Panel listrik berbasis IoT merupakan monitoring listrik dan otomatic control berbasis website yang bertujuan untuk memonitoring kondisi listrik (arus, tegangan, penggunaan daya, penyebab pemadaman listrik) serta otomatic control yang berfungsi untuk monitoring kondisi lampu PJU dari jarak jauh.

(kil/eds)