Biang Kerok Tanah Proyek Kereta Cepat Runtuh Terkuak, Tunnel Terhambat?

Dian Firmansyah - detikFinance
Rabu, 12 Jan 2022 14:47 WIB
Progres pembangunan kereta cepat jakarta-Bandung terus menunjukkan perkembangan. hari ini konstruksi tunnel sidah bisa ditembus.
Ilustrasi tunnel atau terowongan Kereta Cepat Jakarta-Bandung/Foto: KCIC.
Purwakarta -

Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung ternyata ada yang berlokasi di kawasan tanah lempung. Contohnya lokasi proyek tunnel (terowongan) 2 yang memiliki panjang terowongan sekitar 1 kilometer berlokasi di Desa Bunder, Jatiluhur, Purwakarta.

Di titik ini terdapat 300 meter jalur yang masih terkendala karena tanah lempung.

"Jadi kendala sebelumnya ini masalah klaisel ya, jadi memang di titik ini tanah yang lembut, lumpur jadi sehingga pada saat di gali dengan ekskavator langsung runtuh, di sini (tunnel 2) kira-kira tinggal 300 meteran (masih terkendala)," ujar Direktur Utama KCIC, Dwiyana Slamet Riyadi, ditemui usai mendampingi kunjungan Menko Marves, Rabu (12/01/2022).

Dwiyana menjelaskan pihaknya bekerja sama dengan para ahli dan kontraktor terus melakukan upaya agar pembangunan terowongan bisa dilakukan dengan lancar dan aman.

"Jadi penanganan dengan grouting jadi tanah di atas kita drill titik tertentu, kemudian kita isi dengan beton untuk memperkuat tanah yang klaisel sehingga akan mempengaruhi saat kita gali. Pada titik sekarang yang di kunjungi menko marves itu kondisinya sudah mendekati normal, progres pekerjaan 1,8 meter per hari itu sudah bisa di capai karena tadi sudah ada penanganan bor untuk tanah yang ada klaisel, sudah bisa kita lakukan dengan normal lagi," paparnya.

Selain itu, menurut Dwiyana, terdapat dua titik tunnel yang saat ini terhambat karena adanya kendala dari karakter tanah. Tunnel itu berada di tunnel 2 wilayah Jatiluhur, Purwakarta dan tunnel 6 di wilayah Sukatani, Purwakarta.

Tunnel 2 dari panjang terowongan 1 kilometer masih dalam proses sepanjang 300 meter dan di tunnel 6 yang merupakan terowongan terpanjang sepanjang 4,7 kilometer masih dalam proses sepanjang 20 meter.

"Dari 13 tunnel tinggal 3 yang belum selesai, tunnel 2, tunnel 4 dan tunnel 6. Kita harapkan 13 tunnel bisa selesai dalam kurun waktu semester 1 tahun 2022," pungkasnya.

(hns/hns)