ADVERTISEMENT

Jokowi Bakal Resmikan Bendungan Bintang Bano di NTB

Anisa Indraini - detikFinance
Jumat, 14 Jan 2022 10:36 WIB
Bendungan Bintang Bano
Bendungan Bintang Bano/Foto: dok. Hutama Karya
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) bakal meresmikan Bendungan Bintang Bano di Kabupaten Sumbawa Barat. Hal itu dilakukannya bersamaan saat hari kedua kunjungan kerja di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana dan rombongan lepas landas dari Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid, Kabupaten Lombok Tengah, dengan menggunakan helikopter Super Puma TNI AU sekitar pukul 09.25 WITA.

Setibanya di helipad Bendungan Bintang Bano, Kabupaten Sumbawa Barat, Jokowi akan langsung menuju lokasi peresmian. Orang nomor satu di Indonesia itu juga diagendakan meninjau langsung fasilitas bendungan tersebut.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan Bendungan Bano adalah yang terbesar dari sisi kapasitas tampungnya di NTB dengan volume 76 juta meter kubik.

"Bendungan multifungsi Bintang Bano manfaatnya untuk irigasi lahan pertanian seluas 6.700 hektare, di mana 4.200 hektare dulunya tadah hujan dan belum diolah dengan baik. Diharapkan dengan adanya bendungan ini akan bisa ditanami padi dua kali dalam setahun," ujar Basuki dikutip dari laman resmi Sekretariat Presiden, Jumat (14/1/2022).

Ada enam bendungan di NTB. Cek halaman berikutnya.

Ada Enam Bendungan

Basuki menyebut total terdapat enam bendungan di NTB yang dibangun pada masa pemerintahan Jokowi. Keenam bendungan tersebut merupakan bagian dari 61 bendungan yang dibangun di seluruh Indonesia untuk mendukung ketahanan pangan di tanah air.

"Setelah Bendungan Tanju dan Mila, tiga Bendungan yakni Beringin Sila, Tiu Suntuk, dan Meninting kini tengah dibangun (di NTB)," ujarnya.

Sepanjang 2022 ditargetkan akan ada sembilan bendungan lagi yang akan diresmikan, termasuk salah satunya Bendungan Beringin Sila di Kabupaten Sumbawa, NTB berkapasitas 27 juta meter kubik.

"Sesuai rencana kontrak akan selesai pada tahun 2022 dengan progres saat ini 70%," tuturnya.

(aid/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT