Penerbangan dari Halim Perdanakusuma Dipindah ke 5 Bandara, Ini Rinciannya

Anisa Indraini - detikFinance
Minggu, 23 Jan 2022 09:48 WIB
Penerbang domestik selain mudik dibuka kembali bagi penumpang bersyarat. Meski dibuka lagi, suasana di Bandara Halim Perdanakusuma terpantau sepi pagi ini.
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Bandara Halim Perdanakusuma ditutup sementara selama 3,5 bulan mulai 26 Januari 2022 dalam rangka revitalisasi. PT Angkasa Pura II selaku pengelola bandara mulai menjalankan skenario perpindahan operasional penerbangan ke 5 bandara penerima (recipient).

Operasional penerbangan Bandara Halim Perdanakusuma selama ditutup dipindahkan ke Bandara Soekarno-Hatta (Tangerang), Bandara Husein Sastranegara (Bandung), Bandara Kertajati (Majalengka), Bandara Pondok Cabe (Jakarta) dan Bandara Budiarto (Tangerang).

President Director of AP II Muhammad Awaluddin mengatakan skenario perpindahan operasional penerbangan dirumuskan oleh tim Operation Readiness and Airport Transfer (ORAT) yang dibentuk AP II.

"Tim ORAT bersama stakeholder antara lain Kementerian Perhubungan, Kantor Otoritas Bandara Wilayah I, AirNav Indonesia, maskapai dan ground handling telah menyusun skenario perpindahan sejak sekitar dua bulan lalu," ujar Awaluddin dalam keterangan tertulis dikutip Minggu (23/1/2022).

Total terdapat 21 operator penerbangan, terdiri dari 2 maskapai niaga berjadwal, 17 maskapai niaga tidak berjadwal dan 2 maskapai kargo, dengan total jumlah armada 67 unit pesawat. Ditambah juga 12 unit pesawat militer yang akan berpindah operasional dari Bandara Halim Perdanakusuma ke bandara penerima.

Berikut skenario perpindahan operasional penerbangan dari Bandara Halim Perdanakusuma:

- Perpindahan operasional armada maskapai niaga tidak berjadwal mulai 22-25 Januari 2022.

Director of Operation & Services AP II Muhamad Wasid mengatakan maskapai niaga tidak berjadwal dari Bandara Halim Perdanakusuma dipindah ke Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Pondok Cabe dan Bandara Budiarto.

"Fasilitas keselamatan dan keamanan penerbangan di banderima dipastikan dapat menangani perpindahan armada, memperhitungkan fasilitas-fasilitas seperti runway, apron dan taxiway," jelas Wasid.

Lihat juga video 'Revitalisasi Bandara Halim, Kemenhub Tinggal Tunggu Perpres':

[Gambas:Video 20detik]



Rinciannya ada di halaman berikutnya