Lelang 2.092 Proyek Infrastruktur Kelar, Nilainya Rp 35 Triliun

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 24 Jan 2022 10:08 WIB
Sejumlah pekerja menyelesaikan proyek infrastruktur Depo LRT (Light Rail Transit) di Jatimulya, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (7/1/2021). Pembangunan depo yang termasuk dalam rangkaian LRT Jabodebek (Jakarta Bogor Depok dan Bekasi) itu telah mencapai 84,76 persen dan ditargetkan dapat diuji coba pada April 2022.
Ilustrasi infrastruktur/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Kementerian PUPR melakukan penandatanganan kontrak paket tender seleksi dini untuk tahun anggaran 2022. Pelaksanaan tender atau seleksi dini sudah dilakukan sejak Oktober 2021 lalu.

Hingga saat ini sudah ada 2.092 paket proyek yang selesai dilelang dengan nilai pagu pengadaan sebesar Rp 35,1 triliun untuk tahun 2022.

Dirjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR Yudha Mediawan mengatakan rencana penyelesaian terhadap sisa proyek tender tahun anggaran 2022 yang sedang berjalan akan diselesaikan sebanyak 671 paket senilai Rp 10,68 triliun pada akhir Januari 2022. Kemudian ada 583 paket senilai Rp 6,91 triliun pada akhir Februari 2022.

"Diperkirakan dengan jumlah paket tersebut penyerapan anggaran hingga akhir Januari 2022 akan mencapai Rp 7,34 triliun atau sebesar 7,30%," ungkap Yudha dalam acara penandatanganan di kantornya, Jakarta Selatan, Senin (24/1/2022).

Proyek-proyek yang diseleksi ini akan melanjutkan program pembangunan infrastruktur di bidang sumber daya air, jalan dan jembatan, permukiman dan perumahan. Hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan daya saing sekaligus menjadi stimulus bagi sektor riil untuk tetap bertahan pada masa Pandemi COVID-19.

Pelaksanaan penandatangan tender seleksi dini ini dilakukan secara serentak oleh para Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Penyedia Jasa dari Balai di Kementerian PUPR yang berada di 34 provinsi.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Indonesia bisa naik kelas menjadi negara maju salah satunya dengan cara memperbaiki infrastruktur. Semakin baik infrastruktur menurutnya perekonomian akan makin cepat berjalan dan bertumbuh. Tender dini ini menjadi salah satu cara mempercepat perbaikan infrastruktur yang ada di Indonesia.

"Dalam dokumen RPJMN juga ada target bahwa Indonesia bisa masuk upper middle country bisa dicapai bila infrastrukturnya baik. Penandatanganan ini bisa jadi percepatan. Karena logistik di Indonesia tertinggi kita di Asean," ungkap Airlangga dalam acara yang sama.



Simak Video "Kementerian PUPR Bangun 15 Tower Tambahan untuk Atlet PON Papua"
[Gambas:Video 20detik]
(hal/zlf)