Menteri PUPR Ingatkan Soal Tol Gedebage-Cilacap: Jaga Alam hingga Kualitas

Aulia Damayanti - detikFinance
Senin, 31 Jan 2022 15:05 WIB
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono meresmikan operasional Lembaga Sertifikasi Badan Usaha (LSBU) melalui Online Single Submission (OSS) di Jakarta, Selasa (5/10).
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono/Foto: Istimewa/Kementerian PUPR
Jakarta -

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono menekankan beberapa hal dalam pembangunan Jalan Tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap. Salah satunya, ia mengimbau agar tetap mementingkan green economy dalam pembangunan, tak hanya asal cepat.

"Kita ke depan ini dengan misi green economy dan infrastruktur, saya ingin mengingatkan kita semua untuk pembangunan apalagi di daerah Gedebage ke Tasikmalaya ini supaya tetap menjaga kaidah-kaidah lingkungan hidup. Agar tidak merusak. Hindari betul memotong pohon yang tidak perlu dipotong," katanya dalam sambutannya di gedung Kementerian PUPR, Senin (31/1/2022).

Pesan tersebut merupakan arahan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar segala pembangunan infrastruktur tidak merusak lingkungan. Disebutkan Jokowi tidak mau pembangunan infrastruktur tol malah banyak merusak alam. Basuki mencontohkan beberapa tol yang telah menerapkan green economy yakni Tol Semarang-Solo.

"Makanya untuk Bawen-Yogya saya betul-betul menggaet desainnya untuk membuat terowongannya bukan membelah bukit. Karena itu satu-satunya bukit di Jawa yang masih bagus," lanjutnya.

Basuki mengatakan, kondisi alam di Gedebage hingga Tasikmalaya masih baik. Ia juga menyebut kenyamanan dalam berlalu-lintas menjadi hal penting.

"Untuk (pembangunan) kecepatan saya kira tidak bijaksana untuk infrastruktur ini. Mungkin lebih mahal sedikit dengan terowongan, tapi pasti nyaman untuk kita lalui," ujarnya.

Selain menjaga alam, Basuki juga meminta agar kualitas jalan tol terus diperhatikan dan menghimbau jangan asal cepat, tetapi perlu memperhatikan geologi.

Tol Trans Jawa dikomplain. Cek halaman berikutnya.