ADVERTISEMENT

MRT Jakarta Mau Nyambung dari Fatmawati ke Taman Mini, Lewat Mana Saja?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Selasa, 01 Mar 2022 19:15 WIB
Progres pembangunan MRT Jakarta Fase 2A telah mencapai 16,56. Rute MRT Jakarta dari Bundaran HI hingga ke Kota Tua ini ditargetkan rampung pada Agustus 2027.
Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Rute baru MRT Jakarta bakal dibangun. Rute itu menghubungkan Fatmawati ke Taman Mini sepanjang 12 kilometer (km).

Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar menjelaskan akan ada 10 stasiun yang dibangun sepanjang Fatmawati ke Taman Mini. Sejauh ini proses pre feasibility study sudah selesai dilakukan.

Sementara itu, proses studi kelayakan alias feasibility study akan selesai pada Maret ini. Selanjutnya pihaknya bakal menentukan proses pengadaan proyek.

"Ada 10 stasiun, pre-FS sudah, FS-nya sendiri akan selesai Maret ini. Kemudian kita akan tentukan mekanisme pengadaannya gimana untuk kemudian dilakukan konstruksi," ujar William dalam diskusi virtual, Selasa (1/3/2022).

Daftar Stasiun MRT Jakarta

Dalam paparannya, 10 stasiun yang bakal dilewati MRT Jakarta Fatmawati-Taman Mini adalah Antasari, Ampera, Warung Jati, Tanjung Barat, Ranco, Raya Bogor, Tanah Merdeka, Kampung Rambutan, dan Taman Mini. Hampir semua stasiun rencananya dibangun underground alias bawah tanah, hanya Tanah Merdeka, Kampung Rambutan, dan Taman Mini saja yang dibangun elevated.

William menjelaskan MRT Fatmawati-Taman Mini akan memiliki waktu perjalanan selama 20 menit, dengan headway 5 menit. Dia juga menyatakan jalur Fatmawati-Taman Mini juga akan menjadi jalur multimoda, pasalnya MRT Jakarta akan bertemu dengan LRT Jabodebek, KRL Commuter Line, hingga TransJakarta.

"Dari Fatmawati hingga Taman Mini ini 12 km, pergerakannya ini travel time 20 menit dan headway 5 menit," papar William.

Pihaknya pun saat ini mulai mencari investor untuk mendanai proyek ini. Sejauh ini dia mengatakan sudah ada pihak Korea Selatan yang melakukan pendekatan. Namun, sampai sekarang pihaknya belum menentukan mitra pembangunan.

"Prinsipnya kami terbuka untuk donor dana. Korsel itu salah satu potensi untuk terlibat di dalam pembangunan. Tapi, sampai hari ini kami belum spesifik menentukan," ungkap William.

(hal/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT