Food Court hingga Hotel Bintang 3 Akan Dibangun di Dekat BIJB Kertajati

Erika Dyah Fitriani - detikFinance
Kamis, 03 Mar 2022 22:53 WIB
Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati jadi bengkel pesawat.
Foto: Erick Disy Darmawan
Jakarta -

PT ACN Aero Teknik akan membangun Kertajati Aircraft Maintenance atau bengkel pesawat di kawasan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) dan Kertajati One Stop Experience Facility di terminal BIJB. Nantinya akan dibangun food court hingga hotel di dekat BIJB.

Perjanjian kerja sama (Head of Agreement) antara pengelola BIJB dengan PT ACN Aero Teknik ini ditandatangani oleh Komisaris PT Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Yayat Hidayat dan Direktur Utama BIJB Muhammad Singgih serta disaksikan Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet).

Bamsoet menjelaskan di lantai 1 akan dibangun kawasan food court yang menyajikan berbagai kuliner serta produk kerajinan dari UMKM lokal Majalengka dan wilayah sekitar BIJB. Sementara lantai 2 akan dibangun hotel transit bintang 3 dengan kapasitas 50 kamar dan di lantai 3 akan dibangun exhibition hall untuk menyelenggarakan berbagai acara dan pertunjukan.

"Keberadaannya akan memperkuat berbagai fasilitas yang telah dimiliki BIJB. Sehingga bisa semakin menghidupkan aktivitas bandara agar tidak mati suri. Sekaligus memberikan multiplier effect economy yang besar bagi masyarakat," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Kamis (3/3/2022).

Dalam kesempatan ini, Bamsoet juga mengajak pengusaha nasional dari Metland Group, Hariyanto, untuk membangun asrama haji maupun berbagai program pembangunan lainnya. Dengan memanfaatkan lahan seluas 50 hektare milik Metland Group yang berada di sekitar kawasan BIJB.

Menurutnya, dengan hal ini para pengusaha bisa mewujudkan misi BIJB sebagai bandara umrah dan haji di Jawa Barat. Sekaligus menghidupkan geliat bandara agar bisa memberikan dampak ekonomi yang besar bagi masyarakat.

"Untuk mewujudkan misi tersebut, Black Stone Group bersama Asia Cargo Network juga akan mengoperasikan Black Stone Airlines untuk penerbangan kargo serta pemberangkatan jemaah umrah dan haji dari BIJB. Menyiapkan tiga pesawat Airbus A330 Wide Body," jelasnya.

MPRFoto: MPR

Menurut Bamsoet, potensi ini sangat besar mengingat Indonesia masih menjadi penyumbang terbesar jemaah haji dunia.

"Mencapai 221 ribu orang dengan perputaran uang setiap tahunnya mencapai Rp 15,4 triliun. Sebanyak 39 ribu orang jemaah haji tersebut berasal dari Jawa Barat, terbesar se-Indonesia," tambahnya.

Lebih lanjut Bamsoet mengatakan Indonesia juga menjadi peringkat dua dunia sebagai negara dengan jumlah jemaah umrah terbesar, di bawah Pakistan yang mencapai 1,5 juta jiwa. Jumlah jemaah Indonesia mencapai 946.962 jiwa per tahun dengan perputaran uang per tahunnya mencapai Rp 28 sampai Rp 47 triliun. Dari jumlah tersebut, diketahui 300 ribu jemaah umrah berasal dari Jawa Barat.

"Besarnya jumlah jemaah haji dan umrah asal Jawa Barat harus bisa dimanfaatkan oleh pengelola BIJB. Khususnya jemaah asal Jawa Barat bagian timur seperti daerah Majalengka, Subang, Indramayu, Cirebon, Tasikmalaya, dan Ciamis. Termasuk juga dari daerah Karawang, Purwakarta, Bandung Raya dan sekitarnya," sebutnya.

"Sehingga memudahkan para jemaah karena tak perlu menempuh jarak waktu yang lama ke Bandara Internasional Soekarno Hatta di Jakarta. Sekaligus juga bisa mengurangi beban Soekarno Hatta," pungkas Bamsoet.

Sebagai informasi, kegiatan ini turut dihadiri oleh Dirjen Perhubungan Udara Novie Riyanto, Group CEO Asia Cargo Network Marco Isaak, Komisaris PT BIJB Yayat Hidayat, Direktur Utama PT BIJB Muhammad Singgih, Direktur PT ACN Aero Teknik Fuad Bafana, serta Pengusaha Metland Group, Hariyanto.



Simak Video "Ditunjuk Jadi Wakil Ketua MPR, Yandri Susanto: Insyaallah Lusa Dilantik"
[Gambas:Video 20detik]
(ncm/ega)