160.000 Kendaraan Ditargetkan Bisa Diekspor Via Pelabuhan Patimban

Jihaan Khoirunnisa - detikFinance
Sabtu, 05 Mar 2022 21:00 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menargetkan pelabuhan Patimban, Jawa Barat dapat melayani 160.000 unit kendaraan di tahun 2022.
Foto: Dok. Kemenhub
Jakarta -

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menargetkan Pelabuhan Patimban, Jawa Barat dapat melayani ekspor 160.000 unit kendaraan di tahun 2022. Diketahui, sejak diserahterimakan kepada PT Pelabuhan Patimban Internasional (PPI) pada Desember 2021 lalu, sudah dilakukan beberapa kali kegiatan ekspor dari Pelabuhan Patimban dengan tujuan ke Pelabuhan Brunei Darussalam, Filipina, Thailand, Singapura dan Jepang.

"Saat ini car terminal telah aktif berjalan selama 3 bulan dan ditargetkan pada tahun ini mencapai 160.000 unit kendaraan. Adapun total kapasitas terminal ini bisa mencapai 218.000 unit kendaraan per tahun baik internasional maupun domestik/antarpulau," ujar Budi dalam keterangan tertulis, Sabtu (5/3/2022).

Dia menginginkan Pelabuhan Patimban bisa menjalin kolaborasi dengan Pelabuhan Tanjung Priok untuk mendukung kegiatan logistik di Indonesia. "Nanti akan ada pelabuhan kembar yang menjadi Hub. Pelabuhan Tanjung Priok melayani wilayah barat ke Bekasi dan Pelabuhan Patimban melayani dari Bekasi hingga ke wilayah timur Jawa," jelasnya.

Dikatakannya, dibangun sejak tahun 2018, saat ini progres pelabuhan Patimban telah memasuki tahap 1-2 (2021-2023), yang meliputi pembangunan terminal peti kemas dengan kapasitas sampai 3,75 juta TEUs dan terminal kendaraan dengan kapasitas total sampai dengan 600.000 CBU serta Terminal kapal roro.

Pembangunan tersebut akan terus berlanjut, hingga mampu menampung sebanyak 7,5 juta Teus/tahun untuk petikemas dan 600.000 CBU untuk kendaraan. Hal ini mengingat Pelabuhan Patimban bersama Bandara Kertajati, Kawasan Bekasi, Karawang, Purwakarta ikut mendukung segitiga kawasan pertumbuhan ekonomi yang akan saling terkoneksi, sehingga mendorong ekspor produk di bidang otomotif.

"Kita harapkan semakin meningkatkan kehidupan masyarakat, memajukan industri, mendorong ekspor, dan memajukan negara tercinta," ujar Menhub.

Sementara itu, Bupati Subang Ruhimat yakin keberadaan Pelabuhan Patimban dapat meningkatkan perekonomian masyarakat, seperti pertumbuhan zona industri dan pertanian di Subang dan sekitarnya.

"Kami berharap nantinya hasil industri dan pertanian Subang dapat diekspor melalui Pelabuhan Patimban," tukasnya.

Sebagai informasi, Pelabuhan Patimban merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN), yang memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan perekonomian di wilayah Jawa Barat dan juga secara nasional. Nantinya, pelabuhan ini akan menjadi cikal bakal kawasan industri dan perkotaan baru di Jabar bernama Rebana (Cirebon, Subang, Patimban dan Kertajati) Metropolitan, yang meliputi enam kabupaten dan satu Kota Cirebon, dengan jantung pertumbuhan kawasan Pelabuhan Patimban dan Bandara Kertajati.

Adapun di dalam area pelabuhan saat ini terdapat fasilitas pelabuhan, seperti dermaga peti kemas (420 m x 34 m), dermaga kendaraan (300 m x 33m), lapangan penyimpanan kendaraan (kapasitas 218.000 CBU), lapangan penumpukan peti kemas (kapasitas 250.000 TEUs), area reklamasi (60 Ha), pengerukan kolam (-10 m), jalan pelabuhan dan gedung administrasi.



Simak Video "Perdana! Pelabuhan Patimban Ekspor 1.209 Mobil ke Filipina-Singapura"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/hns)