Berapa Duit yang Dihabiskan Anies untuk Ajang Formula E?

Tim detikcom - detikFinance
Jumat, 27 Mei 2022 15:32 WIB
Pembangunan lintasan Sirkuit Formula E di Jakarta telah rampung. Kini Jakarta International E-Prix Circuit menyisakan pemasangan infrastruktur tambahan.
Formula E di DKI Jakarta/Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut seluruh mobil listrik Formula E telah tiba di Jakarta. Ajang balap Formula E itu akan segera digelar pada 4 Juni mendatang.

"Semua kendaraan sudah tiba di Jakarta sekarang dalam proses penyiapan untuk bisa dirakit kembali karena semua diterbangkan sudah tiba," kata Anies, Rabu (25/5).

Pemprov DKI Jakarta menugaskan PT Jakarta Propertindo (JakPro) selaku pihak yang bertanggung jawab untuk penyelenggaraan Formula E Jakarta. JakPro pun berkoordinasi dengan Formula E Operations (FEO).

Lalu, berapa dana yang dikeluarkan untuk ajang Formula E?

Biaya pelaksanaan Formula E setiap tahunnya yang dibayarkan Pemprov DKI ke Formula E melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), membutuhkan Rp 150 miliar.

Sementara, dikutip dari Antara, Jumat (27/5/2022), untuk pembangunan sirkuit Formula E di Kawasan Ancol mengeluarkan anggaran sekitar Rp 60 miliar. Jumlah tersebut menggunakan sumber dana dari Jakpro.

Ketua Komite Penyelenggara Formula E Jakarta Ahmad Sahroni mengatakan rincian jumlah pembangunan gelaran ajang balap mobil listrik tersebut. "Untuk aspalnya, kan sudah tahu hampir Rp 60 miliar, selebihnya pembangunan grandstand dan segala macamnya," kata Sahroni.

Pembangunan sirkuit Formula E sepanjang 2,4 kilometer itu, dilaksanakan oleh kontraktor PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama. Sirkuit ini memiliki 18 tikungan, dengan bentuk menyerupai kuda lumping. Selain biaya membangun sirkuit, panitia juga membangun fasilitas pendukung lainnya seperti panggung penonton, garasi pebalap (paddock) dan fasilitas lainnya.

Dalam catatan detikcom, pada September 2019, beredar surat dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta ke Anies yang berisi rincian biaya komitmen Formula E. Biaya komitmen itu, wajib dibayarkan Pemprov DKI ke pihak Formula E melalui Dispora DKI Jakarta. Jika ditotal, rincian awal itu senilai sekitar Rp 2,3 triliun. Namun kabarnya biaya komitmen fee itu akhirnya batal.

Kemudian JakPro bersama FEO membuat kesepakatan baru terkait biaya komitmen. Disebutkan bahwa, kesepakatan baru itu salah satunya mengenai pemangkasan biaya komitmen menjadi Rp 560 miliar untuk 3 musim balapan.

Untuk Rp 560 miliar itu, telah dibayarkan Pemprov DKI ke Formula E melalui APBD. jadi, biaya pelaksanaan Formula E setiap tahunnya membutuhkan Rp 150 miliar. Pihak JakPro sendiri mengklaim bila Rp 150 miliar per tahun itu tidak akan bersumber dari APBD.

Dalam penjelasan Pemprov DKI melalui Diskominfotik, dana Rp 150 miliar itu sebagai biaya pelaksanaan Formula E Jakarta. Artinya, jika Formula E digelar 3 tahun berturut-turut, dana yang dibutuhkan selama penyelenggaraan Formula E Jakarta sebesar Rp 450 miliar, di luar commitment fee Rp 560 miliar yang sudah dibayarkan ke FEO.

Direktur Utama PT Jakpro Widi Amanasto menjelaskan uang pelaksanaan itu akan diperuntukkan bagi penyiapan infrastruktur hingga pemeliharaan sirkuit balapan Formula E jika diakumulasikan. Biaya itu disebut akan didapat dari pihak ketiga atau sponsor Formula E.

(fdl/fdl)