Sri Mulyani Buka-bukaan RI Bangun Infrastruktur Rp 10 T Pakai Skema Syariah

Aulia Damayanti - detikFinance
Selasa, 31 Mei 2022 07:30 WIB
Menkeu Sri Mulyani dan Menteri BUMN Erick Thohir bicara soal keberadaan Harley Davidson dan Brompton di pesawat Garuda. Menteri BUMN ungkap pemilik Harley itu.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Pemerintah tengah menggenjot pembiayaan menggunakan skema syariah. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan Kementerian PUPR telah menggunakan Rp 10,62 triliun untuk membangun infrastruktur dengan pembiayaan syariah.

Skema itu menggunakan program yang dimiliki Kementerian PUPR yakni Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Total Rp 10,62 triliun itu akumulasi sejak 2015 hingga Februari 2022.

"Karena memang di Kementerian PUPR banyak proyek yang bisa didesain, baik didesain single year atau multi year untuk bisa dibiayai dalam bentuk KPBU syariah. Ini akan meningkatkan di Indonesia dalam mendesain skema pembiayaan syariah namun tetap bisa menjawab masalah-masalah pembangunan," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers Hasil Rapat Pleno Kedua KNEKS, di Gedung Juanda I, Kementerian Keuangan, Senin (30/5/2022).

Kementerian PUPR juga telah menyampaikan shortlist tiga proyek untuk menjadi opsi pilot project KPBU Syariah di level pusat, dengan nilai proyek masing-masing Rp 3,8 triliun, Rp 883 miliar, dan Rp 770 miliar.

Selain itu, Sri Mulyani mengatakan program lain yang akan terus dikembangkan di antaranya Cash Wakaf Linked Sukuk (CWLS) dan juga program dari Baznas untuk bisa dikembangkan lebih lanjut.

"Tadi bapak Wakil Presiden menginstruksikan untuk program Baznas yang masih sangat kurang adalah sertifikasi untuk khususnya untuk UMKM. Kalau jumlah UMKM 60 juta dengan kecepatan sekarang ini akan dibutuhkan waktu lama," lanjutnya.

"Untuk Cash Wakaf Linked Sukuk (CWLS) yang sekarang ini berbagai program pelatihan nazhir dilakukan. Kita berharap semakin meningkatkan juga dan ikut mendukung sekarang ini program Sukuk Wakaf Ritel 003," tutup Sri Mulyani.

Hal itu disampaikan Sri Mulyani setelah melakukan rapat pleno kedua Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS). Rapat itu dipimpin langsung oleh Wakil Presiden Maruf Amin selaku Ketua Harian KNEKS.

"Rapat sebelumnya pada 30 November 2021. Hari ini evaluasi tindak lanjut langkah kita ke depan untuk dapat tercapai, terutama cita-cita besar Indonesia sebagai pusat produsen halal dunia," kata Ma'ruf Amin dalam pembukaan rapat di Ruang Mezzanine, Gedung Juanda I, Kementerian Keuangan, Senin (30/5/2022).

Rapat kedua ini mengangkat tema Bergerak Lebih Cepat untuk Mewujudkan Indonesia sebagai Produsen Halal Terkemuka di Dunia. Ma'ruf Amin mengatakan tema ini diangkat selaras dengan visi untuk bergerak cepat dan kompak dalam mewujudkan cita-cita tersebut.

"Namun saya selalu kembali mengingatkan bahwa kita harus bergerak lebih cepat dan kompak. Oleh karena itu rapat kali ini temanya Bergerak Lebih Cepat untuk Mewujudkan Indonesia sebagai Produsen Halal Terkemuka di Dunia," jelasnya.

Simak juga Video: Janji Sandiaga Uno Kawal Perbaikan Infrastruktur Gili Trameno

[Gambas:Video 20detik]




(ara/ara)