Langkah PUPR Antisipasi Banjir Rob Semarang Kembali Terulang

ADVERTISEMENT

Langkah PUPR Antisipasi Banjir Rob Semarang Kembali Terulang

Atta Kharisma - detikFinance
Selasa, 31 Mei 2022 12:12 WIB
Banjir Rob Semarang
Foto: PUPR
Jakarta -

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mendatangi lokasi penanganan banjir rob dan tanggul laut yang jebol di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas, Kota Semarang, Jawa Tengah. Kunjungan ini bermaksud meninjau secara langsung penanganan darurat banjir di tiga titik tanggul laut yang jebol.

Dalam kunjungannya pada Rabu (25/5), Basuki yang didampingi Komandan Pangkalan TNI AL (Lanal) Semarang Kolonel Marinir Hariyono Masturi mengungkapkan penanganan darurat adalah dengan segera menutup tanggul yang jebol, dilanjutkan dengan memompa genangan air hingga surut agar dapat ditangani secara semi permanen menggunakan material berupa geobag/geobox.

"Sementara ini karena tidak bisa masuk dari darat untuk material, kita harus dari laut dengan sandbag kecil untuk sementara. Besok kita akan dibantu dengan 50 personil dari Lanal dan 50 dari Kodam, sudah harus ditutup tanggul yang jebol dan sudah surut dipompa semua," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (31/5/2022).

Dari tiga titik tanggul yang jebol tersebut, sebut Basuki, satu titik di Kelurahan Bandarharjo sudah selesai ditutup. Sedangkan, dua titik di Kelurahan Tambak Lorok masih dalam penanganan masing-masing sepanjang 20 meter dan 8 meter.

"Untuk parapet 20 meter, saat ini masih proses pemasangan sandbag target selesai besok. Untuk yang 8 meter mulai besok dilaksanakan pemasangan sandbag dan juga target besok sudah tertutup," ungkap Basuki.

Sementara untuk jangka panjang, Basuki mengatakan pihaknya akan melakukan penguatan terhadap tanggul-tanggul di sekitar area yang jebol, dan juga akan melakukan evaluasi terkait ketinggian tanggul-tanggul yang ada.

"Parapet yang dibangun berdasarkan data terakhir banjir rob setinggi + 1,8 meter di atas muka laut, pasang naiknya sehingga kita bikin parapet 2 meter, namun karena fenomena tinggi melebihi jadi 2,1 meter sesuai dengan warning-nya BMKG sehingga ini melimpas, hampir semua," terangnya.

Turut hadir dalam tinjauan tersebut Direktur Jenderal SDA Jarot Widyoko, Direktur Operasi dan Pemeliharaan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) Adenan Rasjid, Direktur Sungai dan Pantai Ditjen SDA Bob Arthur Lombogia dan Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana Muhammad Adek Rizaldi.



Simak Video "Warga Terdampak Banjir Rob Semarang Keluhkan Gatal-Mual"
[Gambas:Video 20detik]
(ega/ang)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT