Kenapa Manggarai Mau Dijadikan Stasiun Sentral? Ini Alasannya

ADVERTISEMENT

Kenapa Manggarai Mau Dijadikan Stasiun Sentral? Ini Alasannya

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Kamis, 09 Jun 2022 20:30 WIB
Stasiun Manggarai terpantau padat pagi ini. Kepadatan itu diketahui terjadi akibat PT KAI Commuter mengubah rute dan pola operasi KRL Commuter Line Jabodetabek.
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Stasiun Manggarai rencananya akan dijadikan stasiun sentral di Jakarta. Semua pergerakan kereta baik itu kereta jarak jauh, kereta bandara, hingga kereta lokal KRL Jabodetabek akan beroperasi di Stasiun Manggarai.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Zulfikri, menyebutkan bahwa Stasiun Manggarai dipilih menjadi lokasi pengembangan stasiun sentral mengingat posisinya yang sangat strategis dan perannya yang sangat vital dalam menunjang layanan kereta api di ibu kota.

"Saat ini, Stasiun Manggarai sudah mengemban peran menjadi stasiun hub untuk tujuh persimpangan jalur kereta api yang terdiri dari jalur kereta api yang mengarah ke Jatinegara, arah ke Jakarta Kota, arah ke Tanah Abang, arah ke Bogor, arah ke depo KRL Bukit Duri, arah ke Pusat Gudang Persediaan, serta mengarah ke Balai Yasa Manggarai," ucap Zulfikri dalam keterangan resminya.

Hal ini membuat Stasiun Manggarai menjadi stasiun tersibuk yang melayani lebih dari 20.000 penumpang dan 616 perjalanan KRL setiap hari sebelum pandemi. Guna mengakomodasi tingginya lalu lintas kereta api dan mengurai bottleneck yang sering terjadi, Stasiun Manggarai kemudian dikembangkan oleh DJKA untuk menjadi stasiun sentral yang akan memiliki 18 jalur aktif saat pengoperasian penuh nanti.

Untuk itu, hingga saat ini pihak Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan masih melakukan pengembangan besar-besaran di Manggarai. Salah satunya adalah menambah jalur kereta di Stasiun Manggarai menjadi 18 jalur rel, ada yang jalur layang dan juga jalur normal.

"Keseluruhan jalur tersebut akan melayani kereta api (KA) jarak jauh, KRL Jabodetabek, serta KA Bandara sehingga memudahkan masyarakat untuk berganti layanan kereta api dalam satu gedung stasiun," tulis DJKA di dalam keterangan resminya, Kamis (9/6/2022).

Rencananya stasiun Manggarai akan dibangun menjadi 3 lantai. Lantai dasar berupa jalur rel dan peron, lantai dua difungsikan sebagai concourse atau tempat bertemu dan lalu lalang orang dalam stasiun, dan lantai 3 berupa jalur rel layang dan peron.

Nantinya, sebanyak 8 jalur dari 18 jalur tersebut akan terletak pada lantai dasar (at grade) dan 10 jalur layang di lantai 2. Pada tahap pengembangan akhir nanti, Stasiun Manggarai juga akan dilengkapi 14 lift dan 14 escalator untuk menunjang pergerakan penumpang.

"Kami ingin meyakinkan masyarakat, concourse yang tersedia saat ini masih akan ditambah lagi. Concourse akan menjadi dua kali lebih luas dibandingkan saat ini, sehingga masyarakat akan lebih nyaman saat melakukan transit dan kegiatan lainnya di dalam stasiun," papar Dirjen Perkeretaapian Zulfikri.

Stasiun Manggarai juga dipersiapkan untuk dapat diintegrasikan dengan moda transportasi lain seperti LRT, Transjakarta, dan transportasi umum lainnya. Targetnya stasiun ini bakal melayani 1,2 juta penumpang.

"Pengembangan integrasi dan interkoneksi antarmoda ini dilakukan sebagai upaya untuk mengakomodasi pergerakan 1,2 juta penumpang yang diperkirakan akan dilayani oleh Stasiun Manggarai," kata Zulfikri.

(fdl/fdl)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT