Palembang Bakal Operasikan Tol Baru 119 Km, Ini Progresnya

Aldiansyah Nurrahman - detikFinance
Sabtu, 11 Jun 2022 18:15 WIB
Foto udara simpang susun yang menghubungkan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas simpang Indralaya-Muara Enim seksi simpang Indralaya-Prabumulih dan Palembang-Indralaya saat proses pembangunan di Indralaya, Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan, Jumat (20/5/2022). Pembangunan jalan tol sepanjang 65Km tersebut telah mencapai 79,9 persen sedangkan untuk pembebasan lahan telah mencapai 92,92 persen. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/nym.
Foto: ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
Jakarta -

Pembangunan Jalan Tol Simpang Indralaya-Muara Enim 119 km terus mengalami perkembangan. Progres Seksi 1 jalan tol ini, yakni Simpang Indralaya-Prabumulih sudah 79,79%.

Ditargetkan untuk Simpang Indralaya-Prabumulih akan selesai konstruksinya pada Desember 2022. Sehingga dapat dilanjutkan untuk pengoperasian dengan tahapan Uji Laik Fungsi untuk memperoleh Sertifikat Laik Operasi (SLO) dan Sertifikat Laik Fungsi (SLF).

Setelah nantinya Seksi 1 selesai konstruksi dan dapat dioperasikan, kemudian dilanjutkan juga menyusul Seksi 2 Tol Simpang Indralaya-Muara Enim, yakni Prabumulih-Muara Enim yang saat ini progres konstruksi di lapangan telah mencapai 8,69%.

Adapun panjang jalan tol Simpang Indralaya-Muara Enim dengan total panjang mencapai 119 kilometer (km). Rinciannya, Seksi 1 Simpang Indralaya-Prabumulih sepanjang 65 km dan Seksi 2 Prabumulih-Muara Enim sepanjang 54 km.

Mengutip laman BPJT, Sabtu (11/6/2022), kehadiran jalan tol Simpang Indralaya-Muara Enim selain memberikan dukungan dalam peningkatan perekonomian masyarakat, juga memberikan dukungan dalam kelancaran berkendara di wilayah Sumatera Selatan.

Jalan tol ini juga merupakan lanjutan dari Jalan Tol Palembang-Indralaya yang saat ini telah beroperasi sepanjang 22 km.

Nantinya jalan tol Simpang Indralaya-Muara Enim memiliki 3 buah Simpang Susun, yakni Simpang Susun Indralaya, Simpang Susun Prabumulih, dan Simpang Susun Muara Enim.

Jalan tol yang merupakan bagian jaringan Jalan Tol Trans Sumatera tersebut dikelola oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Hutama Karya (Persero) dengan nilai investasi mencapai Rp 24,11 Triliun.

(eds/eds)