Jokowi Tinjau Proyek Bendungan Sepaku Semoi di Kaltim, Ini Progresnya

Hanifa Widyas - detikFinance
Kamis, 23 Jun 2022 12:45 WIB
Pembangunan Bendungan Sepaku Semoi di Ibu Kota Nusantara terus berlangsung. Bendungan itu akan jadi salah satu penyuplai air bersih serta penangkal banjir.
Foto: Dok. Laily Rachev-Biro Pers Sekretariat Presiden
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjungan kerja ke pembangunan Proyek Bendungan Sepaku Semoi yang sedang dikerjakan PT Brantas Abipraya (Persero) di Kalimantan Timur (Kaltim). Tidak sendiri, Jokowi didampingi oleh Ketua DPR RI Puan Maharani, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum, dan Perumahan Rakyat (PUPR) Jarot Widyoko.

Dalam kunjungannya, Jokowi mengatakan bendungan ini merupakan bukti pembangunan basic di infrastruktur sudah dimulai. Diketahui pembangunan jalan utama dari jalan tol Balikpapan di IKN juga akan dimulai pada Juli nanti.

Adapun proyek bendungan tersebut merupakan proyek infrastruktur baru penunjang pembangunan Ibu Kota Negara (IKN). Bendungan Sepaku Semoi terletak di Desa Tengin Baru, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kaltim dan memiliki luas sekitar 378 hektare.

"Pembangunan bendungan ini adalah salah satu bukti komitmen kami dalam mendukung ketahanan air dan pangan nasional. Saat ini progress [pembangunan] sekitar 56%. Bendungan Sepaku Semoi ini memiliki daya tampung 11 juta meter kubik dengan debit air 2.500 liter per detik," ujar Direktur Utama Brantas Abipraya Sugeng Rochadi dalam keterangan tertulis, Kamis (23/6/2022).

Saat melakukan peninjauan, Jokowi juga meminta pembangunan Bendungan Sepaku Semoi dapat diselesaikan lebih cepat dari rencana. Bendungan tersebut mulai dibangun sejak Juli 2020 lalu dan direncanakan akan rampung pada Desember 2023. Namun, Brantas Abipraya akan bekerja lebih cepat sesuai instruksi agar bendungan ini rampung pada awal 2023.

Sugeng menambahkan pasokan air baku untuk wilayah Balikpapan dan Penajam Paser Utara akan ditambahkan ke Bendungan Sepaku Semoi. Bendungan ini diperkirakan mampu menyuplai air saat musim kemarau karena memiliki luas genangan kurang lebih 280 hektare.

Masyarakat tak perlu lagi mengkhawatirkan kekeringan yang menimpa di area persawahan saat musim kemarau tiba. Di samping itu, adanya bendungan tersebut dapat meningkatkan produktivitas pertanian. Bendungan yang sedang dibangun oleh BUMN champion of water resource infrastructure ini dapat mengendalikan banjir dengan mereduksinya sebesar 55% di daerah aliran sungai (DAS) Sungai Tengin.

Bendungan Sepaku Semoi memiliki tinggi sekitar 25 meter dan panjang 450 meter. Adapun tipe bendungan ini adalah urugan tanah homogen. Nantinya, bendungan ini berpotensi menjadi salah satu destinasi wisata di Kalimantan Timur.

Sebagai informasi, Brantas Abipraya juga sedang mengerjakan beberapa proyek bendungan dan irigasi yang menjadi PSN yang lokasinya tersebar di Tanah Air. Beberapa bendungan yang sedang dikerjakan, di antaranya Bendungan Bener yang merupakan bendungan tertinggi di Indonesia yang terletak di Purworejo, Jawa Tengah; Bendungan Semantok yang akan menjadi bendungan terpanjang se-Asia Tenggara di Nganjuk, Jawa Timur; serta Bendungan Ciawi di Jawa Barat yang merupakan bendungan kering pertama di Indonesia.

Karya infrastruktur sumber daya air yang sedang dikerjakan dan telah dirampungkan oleh Brantas Abipraya merupakan jawaban dari tantangan perubahan iklim serta nilai tambah untuk daerah sekitar bendungan yang dibangun. Seperti diketahui, perubahan iklim yang sedang dihadapi saat ini membuat terjadinya kekurangan air pada musim kemarau yang berkepanjangan dan curah hujan tinggi yang dapat mendatangkan bencana banjir.

"Pembangunan bendungan dan infrastruktur air menjadi sangat penting saat ini, sehingga pekerjaan ini merupakan bukti Brantas Abipraya selalu hadir untuk Indonesia dalam mempersiapkan pra sarana guna mendukung Pemerintah dalam mengatasi tantangan perubahan iklim global. Melalui bendungan kita dapat berkontribusi dalam meningkatkan produktivitas pertanian, memudahkan masyarakat sekitar dalam memperoleh air bersih, serta meningkatkan perekonomian masyarakat," tutup Sugeng.

Lihat juga Video: Ganjar Pastikan Warga Bisa Manfaatkan Lahan Bendungan Bener

[Gambas:Video 20detik]



(akn/hns)