ADVERTISEMENT

Russian Railways Pernah Cabut dari KA Borneo, Kini Ditawarkan Putin ke IKN

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Minggu, 03 Jul 2022 13:05 WIB
Jokowi bertemu Putin di Kremlin
Foto: Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden
Jakarta -

Rusia menawarkan kerja sama untuk menggarap proyek perkeretaapian di ibu kota negara (IKN). Russian Railways disodorkan langsung oleh Presiden Vladimir Putin ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menggarap proyek tersebut.

Russian Railways sendiri adalah perusahaan kereta api terbesar di Rusia yang dimiliki langsung oleh pemerintah. Perusahaan ini bergerak dalam kepemilikan dan pembangunan infrastruktur kereta api umum.

Nyatanya, kehadiran Russian Railways bukan hal baru di Indonesia, khususnya di Pulau Kalimantan. Perusahaan pelat merah Rusia itu pernah mencoba menggarap proyek kereta api di Kalimantan. Namun, proyek itu tak dilanjutkan karena perusahaan itu tiba-tiba 'cabut' dari proyek yang ada di Indonesia.

Dalam catatan detikcom, dihimpun Minggu (3/7/2022), Russian Railways pernah berkontribusi dalam pembangunan jalur atau rel kereta sepanjang 203 km yang melintasi Kabupaten Penajam Paser Utara, Kabupaten Kutai Barat dan Kota Balikpapan. Sayangnya, proyek senilai Rp 53,3 triliun ini batal lantaran Russian Railways selaku pemilik modal mengundurkan diri.

Kabupaten Penajam Paser Utara sendiri merupakan lokasi ibu kota baru, Nusantara. Pembatalan proyek ini diungkap oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Kabupaten Penajam Paser Utara.

"Surat pengunduran diri disampaikan langsung kepada pemerintah pusat pada 2020," ujar Kepala DPMPTSP Penajam Paser Utara Alimuddin seperti dikutip dari Antara, Jumat 4 Maret 2022 yang lalu.

Total luas lahan yang ditetapkan sebagai lokasi pembangunan jalur rel di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara mencapai sekitar 140 hektare. Lebih kurang 70 hektare lahan yang ditetapkan sebagai lokasi pembangunan jalur rel di Kelurahan Gunung Steleng dan Kelurahan Buluminung telah dibebaskan.

Lahan yang telah dibebaskan di Kawasan Industri Buluminung atau KIB di Kecamatan Penajam jelas dia, untuk pembangunan stasiun kereta api.

Pembangunan jalur kereta api tersebut dikelola oleh PT Kereta Api Borneo yang merupakan perusahaan hasil kerja sama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dengan perusahaan kereta api Rusia, yakni Russian Railways.

PT Kereta Api Borneo juga telah menyampaikan pembangunan rel kereta api di wilayah Kalimantan Timur tersebut dibatalkan. Sebab, badan usaha milik Rusia mengundurkan diri.

Meski sempat 'tak selesai' menggarap proyek di Pulau Borneo, kini Putin tetap mempercayai Russian Railways untuk menggarap proyek di IKN baru yang letaknya di Kalimantan Timur. Bahkan tawaran ini disodorkan langsung oleh Putin ke Jokowi dalam pertemuan keduanya secara langsung di Rusia.

Dalam pernyataan secara lengkap dalam pertemuan dengan Jokowi yang dilansir dari situs resmi Kepresidenan Rusia, Putin mengaku banyak bicara soal bisnis dan cukup substantif.

Dia bilang Rusia dan Indonesia punya banyak potensi kerja sama bisnis dalam pengembangan infrastruktur transportasi dan logistik. Putin pun langsung menawarkan perusahaan pelat merah Russian Railways untuk melakukan pembangunan jaringan kereta api di IKN Nusantara.

"Kami memiliki banyak potensi kerjasama bisnis dalam pengembangan infrastruktur transportasi dan logistik. Misalnya, Russian Railways dapat mengambil bagian dalam mengimplementasikan inisiatif skala besar Indonesia untuk memindahkan ibu kota negara ke pulau Kalimantan," kata Putin yang berdiri di sebelah kiri Jokowi.

Putin mencontohkan hasil kerja Russian Railways yakni kota Moskow sendiri. Nantinya, IKN Nusantara juga bisa seperti Moskow. Putin menyebut proyek IKN Nusantara sebagai proyek ambisius.



Simak Video "PDIP soal Pembangunan IKN Libatkan Dana Masyarakat: Kenapa Tidak? "
[Gambas:Video 20detik]
(hal/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT