ADVERTISEMENT

Erick Thohir Mau Bandara Kualanamu Salip Changi dan Kuala Lumpur, Caranya?

Anisa Indraini - detikFinance
Kamis, 07 Jul 2022 14:24 WIB
menyaksikan penandatanganan dokumen operasional komersial Bandara Kualanamu oleh AP II dan APA di Sarinah
Menteri BUMN Erick Thohir/Foto: Dok. Kementerian BUMN
Jakarta -

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir melakukan serah terima pengelolaan Bandara Kualanamu dari PT Angkasa Pura (AP) II ke PT Angkasa Pura Aviasi (APA). Hal ini merupakan upaya konkret dalam perbaikan ekosistem transportasi, tidak hanya mobilitas manusia namun juga rantai pasok.

"Alhamdulillah hari ini kita bersama-sama menyaksikan serah terima pengelolaan Bandara Kualanamu dari AP II kepada APA yang merupakan perusahaan patungan bersama dengan mitra strategis yaitu GMR Airports," kata Erick dalam keterangan tertulis, Kamis (7/7/2022).

Erick memastikan kemitraan strategis ini mengedepankan proses tata kelola perusahaan yang baik melalui proses tender yang transparan, melibatkan reviu serta pendampingan dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Tujuannya untuk memberikan manfaat bagi Indonesia.

Kemitraan strategis ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pengelolaan Bandara Kualanamu menjadi lebih profesional dan meningkatkan pelayanan agar pengguna merasakan kenyamanan, keamanan, dan pengalaman yang menyenangkan.

"Ini juga menjadi kesempatan Indonesia membangun market baru. Perdagangan selatan ke selatan sangat berpotensi. Kerja sama ini membuat kita punya akses langsung antara Indonesia dan India," tutur Erick.

Menteri BUMN Erick Thohir menyaksikan penandatanganan dokumen operasional komersial Bandara Kualanamu oleh AP II dan APA di SarinahMenteri BUMN Erick Thohir menyaksikan penandatanganan dokumen operasional komersial Bandara Kualanamu oleh AP II dan APA di Sarinah Foto: Dok. Kementerian BUMN

Erick menyebut hubungan dagang Indonesia dengan India sangat bagus. GMR India yang bekerja sama dengan AP II disebut akan mendorong trafik lebih tinggi ke Indonesia tanpa harus singgah di negara lain.

"Kita perlu daging, India juga perlu batu bara dari Indonesia. Ini konteks yang saling menguntungkan, yang tadinya berhenti ke negara tetangga Singapura dan Malaysia, sekarang Sumatera jadi hub sebelum pergi lagi ke negara tujuan lain seperti Korea atau Australia," ucap Erick.

Dengan kerja sama tersebut, Bandara Kualanamu akan menjadi hub internasional guna mendorong Sumatera Utara sebagai pusat pariwisata dan kargo. Erick tak ingin Indonesia hanya menjadi market bagi negara lain.

"Ini hal positif. Pembangunan ekonomi tak hanya di Jawa saja. Ekonomi di Sumatera jadi kekuatan sendiri. Presiden sudah investasi di jalan tol. Ini untuk meningkatkan ekonomi dan lapangan kerja di Sumatera," ungkap dia.

Erick minta Bandara Kualanamu kalahkan Bandara Changi. Cek halaman berikutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT