ADVERTISEMENT

Menteri ESDM RI Puas Capaian Pembangunan Smelter Freeport di Gresik

Hanifa Widyas - detikFinance
Sabtu, 30 Jul 2022 22:13 WIB
Smelter Freeport Gresik.
Foto: dok. Freeport Indonesia
Jakarta -

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif melakukan kunjungan kerja ke proyek smelter baru PT Freeport Indonesia (PTFI). Adapun proyek tersebut terletak di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) JIIPE, Gresik, Jawa Timur.

Dalam kunjungan pada Jumat (29/7) kemarin tersebut, Arifin menyatakan kepuasannya atas capaian kemajuan pembangunan smelter PTFI.

"Kemajuan pembangunan smelter saat ini sangat berbeda dengan beberapa waktu yang lalu, pada saat dulu groundbreaking oleh bapak Presiden cuma baru beberapa pilling, ternyata sekarang sudah 12.000 (pilling) dan target nanti mencapai 15.000 di bulan September. Progresnya bagus, dan mudah-mudahan akselerasi ini bisa dipertahankan," ujar Arifin dalam keterangan tertulis, Sabtu (30/7/2022).

Tidak hanya itu, Arifin juga menjelaskan dukungan yang diberikan oleh pemerintah (Kementerian ESDM) terkait pembangunan proyek smelter PTFI ini, di antaranya bentuk peraturan pertambangan, regulasi mengenai keharusan hilirisasi, dan menjaga progresnya.

Ditemui dalam kesempatan yang sama, Presiden Direktur PTFI Tony Wenas menjelaskan kemajuan pembangunan smelter sudah mencapai 34,9% hingga Juni 2022. Ia juga menyebutkan dana yang telah dikeluarkan, yakni sebesar US$ 1,15 miliar.

"Penyelesaian konstruksi ditargetkan selesai pada akhir tahun 2023 yang akan diikuti dengan kegiatan pre-commissioning dan commissioning. Operasi smelter dapat di start-up dan ramp-up di akhir kuartal kedua tahun 2024. Kami bersama Pemerintah menggunakan kurva-S rencana pembangunan yang menjadi patokan untuk penyelesaian pembangunan smelter. Sejauh ini sampai akhir Juni 2022, kita memenuhi rencana yang ditetapkan dan untuk target sampai akhir tahun masih sejalan dengan rencana dalam kurva-S tersebut," jelas Tony.

Tony menambahkan sebanyak 600 ribu ton katoda dan tembaga serta rata-rata sekitar 35 ton emas per tahun akan diproduksi oleh smelter yang saat ini tengah dibangun.

Sebagai informasi, saat ini PTFI tengah membangun smelter baru berkapasitas 1,7 juta DMT konsentrat tembaga per tahun dengan investasi sekitar US$ 3 miliar (sekitar Rp 43 triliun). Proyek ini merupakan smelter kedua PTFI.

Adapun smelter pertama telah dibangun bersama dengan Mitsubishi dengan membentuk perusahaan PT Smelting sejak 1996. Saat ini, kapasitas PT Smelting sedang diekspansi dengan tambahan kapasitas sebesar 300 ribu DMT konsentrat tembaga per tahun.



Simak Video "Menteri ESDM Arifin Tasrif ke KPK, Bahas Apa? "
[Gambas:Video 20detik]
(prf/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT