ADVERTISEMENT

Biaya Bengkak, Proyek Kereta Cepat RI Jadi yang Termahal di Dunia?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Senin, 01 Agu 2022 15:22 WIB
Pekerja melakukan proses pembangunan kereta cepat Jakarta Bandung di KM 5+400 Jati Cempaka, Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (1/8/2022). Biaya pembangunan Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCKB) membengkak dari rencana awal. Saat ini biaya diperkirakan pembangunan tembus  US$7,9 miliar atau Rp118,5 triliun (asumsi kurs Rp15 ribu per dolar AS).
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung terus mengalami pembengkakan. Terbaru, pemerintah diminta untuk menalangi biaya pembangunan ini.

Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS) Anthony Budiawan mengungkapkan dari studi Bank Dunia yang terbit pada 2014 lalu disebutkan biaya pembangunan kereta cepat di dunia yang dilakukan China bervariasi.

Untuk China sekitar US$ 17 juta - US$ 21 juta, lalu Eropa US$ 25 juta - US$ 39 juta dan California US$ 56 juta.

"Di Indonesia awal proyek US$ 42,6 juta atau US$ 6,07 miliar per 142,5 km. Nah setelah biaya bengkak jadi US$ 56,8 juta atau US$ 8,1 miliar per 142,5 km, jadi ini biaya tertinggi di dunia?" ujar dia, Senin (1/8/2022).

Dalam laporan Bank Dunia berjudul High-Speed Railways in China: A Look at Construction Costs yang terbit 10 Juli 2014 untuk biaya pembangunan biasanya menghitung desain jalur, topografi, kondisi cuaca, biaya pembebasan lahan, penggunaan viaduct sebagai pengganti tanggul, pembangunan jembatan utama yang melintasi sungai besar dan pembangunan stasiun besar.

Sebelumnya diberitakan Proyek pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung bengkak. Pemerintah diminta untuk ikut membiayai pembengkakan tersebut.

Juru Bicara Kementerian Koordinator (Kemenko) Perekonomian Alia Karenina menyatakan memang benar pihak China telah meminta Indonesia mengambil bagian ke biaya bengkak proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. Namun, bukan berarti pemerintah akan langsung menyetujui permintaan itu.

Menurut Alia, proyek kereta cepat Jakarta-Bandung diperkirakan akan mengalami pembengkakan biaya hingga Rp 16,8 triliun. "Review Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) memperkirakan cost overrun sebesar US$ 1,176 miliar atau setara dengan Rp16,8 triliun," katanya.

Alia menambahkan kereta cepat Jakarta-Bandung merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) dan merupakan proyek investasi antara konsorsium Indonesia dan China melalui PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC), serta didanai oleh pinjaman dari China Development Bank (CDB).



Simak Video "Kawal Kereta Cepat JKT-BDG yang Bengkak dan Molor"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/das)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT