Lapangan Terbang Perintis Aoranop Pangkas Perjalanan Darat 2 Hari

ADVERTISEMENT

Lapangan Terbang Perintis Aoranop Pangkas Perjalanan Darat 2 Hari

Erika Dyah Fitriani - detikFinance
Rabu, 03 Agu 2022 20:41 WIB
Lapangan terbang perintis Aoranop di Mimika, Papua.
Foto: dok. PT Freeport Indonesia
Jakarta -

Lapangan terbang Aroanop di Kabupaten Mimika, Papua, aktif sejak 2017. Hadirnya landasan pesawat ini dikatakan Kepala Kampung Aroanop Determinus Beanal telah membantu masyarakat di sana.

"Masyarakat sangat terbantu dengan adanya lapangan terbang perintis, karena masyarakat sebelumnya kesulitan mengakses kebutuhan dasar seperti kesehatan, pangan dan sebagainya," ungkap Deteminus dalam keterangan tertulis, Rabu (3/8/2022).

Ia mengatakan masyarakat di area kampung selama ini selalu jalan kaki melewati gunung, tebing, serta sungai selama 2 hari untuk mencapai kampung terdekat hingga Kota Timika.

Adapun lapangan terbang tersebut dibangun oleh PT Freeport Indonesia untuk membuka akses ke area terpencil, terutama Kampung Aroanop. Direktur & EVP Community Affairs PTFI, Claus Wamafma menjelaskan pembangunan lapangan terbang perintis di kampung Aroanop merupakan bagian dari Program Tiga Desa yang dilaksanakan sejak tahun 2000.

Sebelumnya, pihaknya juga telah membangun sebuah lapangan terbang di kampung Tsinga, Distrik Tembagapura yang dioperasikan pada tahun 2011.

"Sejak dimulainya program Tiga Desa di dataran tinggi pada tahun 2000, PTFI telah menginvestasikan lebih dari US$ 100 Juta. Melalui proyek ini, PTFI menyediakan dana, peralatan, material, transportasi dan tenaga kerja untuk membangun jaringan infrastruktur yang mencakup lebih dari 300 rumah, 3 sekolah, 10 rumah guru, 3 klinik, 3 pasar tradisional, 13 gereja, 21 jembatan, hingga 2 lapangan terbang perintis," terang Claus.

Ia mengklaim investasi dalam infrastruktur masyarakat telah memberi manfaat bagi sekitar 7.500 masyarakat Amungme yang tinggal di daerah dataran tinggi terpencil di Kabupaten Mimika, Papua. Pada tahun 2021, PTFI juga menginvestasikan sekitar US$ 2,5 juta untuk melaksanakan Program Tiga Desa.

Claus menambahkan pihaknya membangun beberapa proyek infrastruktur di wilayah dataran tinggi dan dataran rendah sekitar area operasi perusahaan untuk mendukung kegiatan ekonomi, kesehatan, dan pendidikan bagi masyarakat sekitar.

Dalam menjalankan proyek tersebut, PTFI berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan tokoh masyarakat dan pemangku kepentingan, khususnya untuk mengetahui kontribusi ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan sosial budaya sesuai dengan pembangunan berkelanjutan.

(prf/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT