ADVERTISEMENT

Kereta Cepat JKT-BDG Ditarget Mulai Tes Dinamis November

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Jumat, 05 Agu 2022 15:37 WIB
EMU Kereta Cepat Jakarta-Bandung
Foto: Dok. KCIC
Jakarta -

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengungkapkan, proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) berjalan dengan baik. Ia pun menargetkan, kereta ini menjalani tes dinamis pada November mendatang.

"Saat ini pembangunan sudah dapat dirampungkan dengan baik sehingga pada November 2022 KCJB diharapkan sudah dapat menjalankan tes dinamis, bertepatan dengan momen Presidensi G20 yang diadakan di Indonesia," terangnya dalam seremoni Penyelesaian Manufaktur & Pengiriman Perdana EMU Proyek Kereta Api Cepat Jakarta Bandung, Jumat (5/8/2022).

Dia menjelaskan, kehadiran Kereta Cepat Jakarta-Bandung akan mempercepat waktu tempuh perjalanan kedua kota hingga 2 jam. Jika sebelumnya memakan waktu sampai 2,5 jam, maka dengan Kereta Cepat Jakarta Bandung hanya 36 menit.

"KCJB hadir dengan menawarkan keunggulan yang salah satunya waktu tempuh singkat di mana penumpang hanya butuh 36 sampai 45 menit yang sebelumnya kurang lebih 2,5 jam untuk sampai ke tujuan yang dituju," katanya.

Lanjutnya, Kereta Cepat Jakarta Bandung memiliki kecepatan 350 km/jam dan akan berhenti di 5 stasiun. Kereta ini mengadopsi teknologi grade of automation (GOA) level 1 dan didesain ramping untuk mendukung akselerasi.

"Total perjalanan yang akan dimanfaatkan oleh penumpang adalah 68 perjalanan setiap hari dan harga tiket masih tergolong cukup terjangkau, penumpang dapat memilih fasilitas yang bisa mereka nikmati selama perjalanan," katanya.

Sementara, Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Dwiyana Slamet Riyadi menjelaskan, penyelesaian manufaktur dan pengiriman Electric Multiple Unit (EMU) atau kereta dari China ke Indonesia menjadi tahapan penting dalam proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung. Ia menargetkan, proyek ini ditargetkan operasi Juni 2023.

"Penyelesaian manufaktur rangkaian EMU, CIT (Comprehensive Inspection Train) di Qingdao, Sifang membuktikan bahwa proyek KCJB akan semakin mantap menyelesaikan seluruh kegiatannya terutama menghadapi event G20 meeting dan juga terkait dengan target COD di bulan Juni 2023," katanya.

Dwiyana menjelaskan, progres investasi Kereta Cepat Jakarta-Bandung telah mencapai 85%. Selanjutnya, dia menuturkan, proyek ini masih menyisakan beberapa pekerjaan konstruksi.

"Masih menyisakan beberapa pekerjaan terkait penyelesaian tunnel 2, kemudian preloading, track laying, substation tentunya penyelesaian stasiun," katanya.

(acd/eds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT