ADVERTISEMENT

Tapal Batas

Andai Anambas Masuk Destinasi Wisata Prioritas, Transportasi Akan Mudah

Alfi Kholisdinuka - detikFinance
Minggu, 14 Agu 2022 16:00 WIB
Anambas
Ilustrasi transportasi alternatif Foto: Dok. Shutterstock
Kepulauan Anambas -

Kepulauan Anambas yang berbatasan langsung dengan perairan tiga negara seperti Malaysia, Vietnam dan Thailand memiliki potensi wisata yang besar. Sayangnya, akses infrastruktur transportasi masih menjadi kendala utama.

Hal ini pun dibahas oleh Bupati Kepulauan Anambas dalam rangkaian Tapal Batas detikcom bersama BRI beberapa waktu lalu. Haris meminta dukungan pemerintah pusat untuk mengembangkan akses transportasi ini.

Pasalnya, Kepulauan Anambas yang terdiri dari 255 pulau-pulau kecil mayoritas bagian wilayahnya didominasi oleh laut. Singkat kata, hanya akses laut dan udara saja yang menjadi pilihan bagi traveler untuk berpindah antar pulau di Anambas.

Saat ini kapal feri dari Batam dan Tanjung Pinang ke Ibu Kota Tarempa di Anambas bisa memakan waktu tempuh 9-10 jam. Sedangkan pesawat sebagai akses paling tercepat hanya tersedia di Bandara Letung dan Palmatak, itupun dengan penerbangan 4 kali dalam seminggu. Belum lagi traveler masih harus melanjutkan perjalanan laut lagi ke Tarempa sehingga memakan waktu yang tidak sebentar.

"Sebenarnya ada 2, lapangan udara umum (Bandara Letung), kemudian lapangan udara khusus yang dibangun oleh perusahaan minyak di Pulau Palmatak. Ditambah lagi infrastruktur lain seperti angkutan, kita memiliki kapal feri cepat dari Batam dan Tanjung Pinang," ujar Haris kepada detikcom.

"Apakah itu sudah cukup? Saya kira belum. Kita butuh dan mohon dukungan yang maksimal khususnya untuk transportasi. Karena tidak mungkin orang bisa mengunjungi Anambas, kalau infrastruktur 2 sektor itu tidak maksimal," jelasnya.

AnambasAnambas Foto: detikcom/Rafida Fauzia

Menurutnya, dalam membangun pariwisata Anambas semua stakeholder harus bersinergi. Tidak bisa mengandalkan Dinas Pariwisata di daerah. Ia pun berharap Anambas bisa masuk ke dalam destinasi pariwisata prioritas nasional.

"Kalau kita masuk ke dalam 10 (destinasi pariwisata prioritas nasional) itu, saya yakin pembangunan pariwisata Anambas akan lebih maju," jelasnya.

Dia menilai saat ini pariwisata Anambas juga tidak kalah dengan Bali. Potensi destinasi yang dikembangkan adalah destinasi kemaritiman. Anambas memiliki deretan pulau pantai indah, pasir putih, dan terumbu karang yang bagus.

"Jadi potensi Kepulauan Anambas ini sangat menjanjikan untuk pengembangan devisa negara ke depan," imbuhnya.

Alternatif Transportasi Udara

Haris juga yakin seandainya Anambas masuk ke dalam destinasi pariwisata prioritas nasional, persoalan transportasi akan lebih mudah. Dia bisa mengusulkan ke pemerintah untuk menambah akses transportasi udara dalam menjangkau berbagai pulau di Anambas.

"Kalau persoalan akses kalau sudah masuk ke dalam 10 destinasi (prioritas) itu kecil bagi pemerintah pusat. Kita bisa bikin pesawat landing di laut," jelasnya.

"Untuk landing di laut ini bisa landing, kemarin saya kasih gambaran di situ, kita tak perlu harus landing di darat, karena memang kondisi alam kita kan nggak memungkinkan," ungkapnya.

Anambas juga bisa mudah menarik wisatawan asing jika akses transportasinya maju. Pasalnya, Anambas merupakan gerbang pulau terdepan RI yang dekat dengan Singapura, Malaysia, Vietnam dan Thailand.

"Kalau kita lihat peta dunia itu, kita itu seperti pintu gerbang. Malaysia, Singapura itu dekat dengan kita. Kita dengan Vietnam dengan Thailand lebih jauh kita dengan Jakarta," pungkasnya.

Sebagai informasi, Kepulauan Anambas memiliki 255 pulau dengan 98% bagiannya didominasi oleh laut. Namun, hanya 26 pulau yang saat ini dihuni penduduk. Pulau-pulau lain di Anambas sangat menjanjikan jadi target tujuan wisata.

AnambasAnambas Foto: detikcom/Rafida Fauzia

Menyadari hal ini, BRI hadir mendukung pariwisata dan kegiatan ekonomi Anambas melalui Teras BRI Kapal. Teras BRI Kapal ini sudah beroperasi selama 2 tahun dan telah menjangkau 6 wilayah di Anambas untuk meningkatkan inklusi keuangan dan menjaga kedaulatan rupiah.

Adapun rute yang disambanginya oleh Teras BRI Kapal ini adalah Pulau Bayat, Pulau Lingai, Telaga Besar, Pulau Keramut, Pulau Letung, dan Tarempa. Teras BRI Kapal ini beroperasi setiap Senin-Jumat dalam menjemput bola nasabahnya.

detikcom bersama BRI mengadakan program Tapal Batas yang mengulas perkembangan ekonomi, infrastruktur, hingga wisata di beberapa wilayah terdepan Indonesia. Untuk mengetahui informasi dari program ini ikuti terus berita tentang Tapal Batas di tapalbatas.detik.com!



Simak Video "Tapal Batas, Roman dari Ujung Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(akd/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT