Proyek Pelabuhan Patimban Berlanjut Tahap II Senilai Rp 7,5 Triliun

ADVERTISEMENT

Proyek Pelabuhan Patimban Berlanjut Tahap II Senilai Rp 7,5 Triliun

Anisa Indraini - detikFinance
Rabu, 24 Agu 2022 23:02 WIB
Foto udara mobil-mobil yang akan diekspor di Terminal Kendaraan Pelabuhan Patimban, Subang, Jawa Barat, Selasa (29/3/2022). Presiden Joko Widodo menunjukkan optimistis Indonesia dapat mengekspor 180 ribu mobil sepanjang 2022 dari Pelabuhan Patimban, Subang, Jawa Barat. ANTARA FOTO/M Ibnu Chazar/foc.
Foto: ANTARA FOTO/Muhamad Ibnu Chazar: Pelabuhan Patimban
Jakarta -

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto membeberkan investasi dari Jepang ke Indonesia. Di antaranya tambahan investasi dari Mitsubishi sebesar Rp 10 triliun, Toyota Group sebesar Rp 27,1 triliun, serta realisasi investasi dari Glico maupun dari sektor retail.

Sedangkan di bidang infrastruktur, kerja sama untuk proyek strategis seperti Pelabuhan Patimban juga dilanjutkan.

"Pelabuhan Patimban akan terus dilanjutkan di tahap II (2024-2025) dengan investasi sekitar Rp 7,58 triliun dan persiapan untuk fasilitas tahap III KPBU (Kerja sama Pemerintah dengan Badan Usaha) sebesar Rp 3,86 triliun," kata Airlangga dikutip dari keterangan dalam situs Sekretariat Kabinet, Rabu (24/8/2022).

Senada, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan salah satu komitmen investasi Jepang diperoleh dari Sojitz Corp yang akan membangun industri metanol di wilayah Indonesia bagian timur.

"Pembangun metanol di Papua Barat, sudah disepakati juga bawa metanolnya di (Teluk) Bintuni dan pabrik pupuknya di Fakfak, dan semuanya berjalan. Jadi total investasi yang dari Jepang yang kami umumkan US$ 5,2 miliar semuanya berjalan," terang Bahlil.

Airlangga evaluasi Indonesia Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA) diharapkan dapat segera selesai, sebelum Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali.

"Pemerintah Jepang sudah menerima sertifikasi New ISPO (Indonesia Sustainable Palm Oil) dan juga memperluas usulan akses pasar untuk produk tuna kaleng, kopi, produk laut, serta buah tropis seperti mangga, nanas, dan pisang. Ini diharapkan bisa masuk di dalam general review IJEPA, di mana pos tarifnya bisa diperbaiki," tuturnya.

(hns/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT