Terganjal Lahan, Proyek Penangkal Banjir di Bekasi Baru Setengah Jadi

ADVERTISEMENT

Terganjal Lahan, Proyek Penangkal Banjir di Bekasi Baru Setengah Jadi

Shafira Cendra Arini - detikFinance
Jumat, 26 Agu 2022 21:15 WIB
Foto udara alat berat eskavator menyelesaikan proyek normalisasi Kali Bekasi paket 1 di Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (20/8/2022). Kementerian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai Cisadane 
(BBWSCC) melakukan pengendalian Banjir Kali Bekasi paket 1 yang progresnya telah mencapai 50 persen dan ditargetkan selesai pada tahun 2023. ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/foc.
Ilustrasi/Foto: ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah
Jakarta -

Pekerjaan Penanganan Banjir Kali Bekasi ditargetkan selesai pada pertengahan tahun 2023. Progres pekerjaan fisiknya saat ini baru mencapai 49,6%.

Dari total tujuh paket kegiatan Pengendalian Banjir Kali Bekasi, saat ini yang telah dimulai pelaksanaannya antara lain paket I (Bendung Bekasi-Pertemuan Sungai Cileungsi dan Cikeas), Paket 6 dan Paket 7 di wilayah Cikarang Bekasi Laut (CBL) Kabupaten Bekasi.

Direktur Bina Teknik Ditjen SDA, Muhammad Rizal mengatakan, salah satu kendala terbesar dalam proyek ini ialah pembebasan lahan yang dilakukan oleh dari Pemkab dan Pemkot Bekasi. Oleh sebab itu, ia meminta dukungan mengenai perkara tersebut melalui Komisi V DPR RI.

"Salah satu kendala terbesar adalah pembebasan lahan yang dilakukan oleh dari Pemkab dan Pemkot Bekasi. Semoga bisa dijembatani oleh Komisi V sehingga penyelesaian pekerjaan bisa dipercepat," kata Rizal pada Kunjungan Kerja Spesifik (kunfik) Komisi V DPR RI ke Kali Bekasi, dikutip dari keterangan Kementerian PUPR, Jumat (26/8/2022).

Dalam momen tersebut, Anggota Komisi V DPR RI Andi Iwan Darmawan Aras mengatakan, ia berharap penanganan banjir di kota Bekasi agar dapat dioptimalkan oleh Kementerian PUPR.

"Yang penting juga adalah kesadaran masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan di sungai," tambahnya.

Sebagai tambahan informasi, proyek Pengendalian Banjir Kali Bekasi paket 1 dilaksanakan oleh KSO PT Adhi Karya dan PT Nindya Karya dengan nilai kontrak MYC sebesar Rp 591 Miliar. Selain itu, yang bertindak sebagai konsultan supervisi adalah KSO PT Wiratman Associate, PT Indra Karya, dan PT Hilmy.

(eds/eds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT