ADVERTISEMENT

Mengintip Kinerja Pelabuhan Sibuk yang Hubungkan Jawa-Bali

Tim Detikcom - detikFinance
Selasa, 13 Sep 2022 11:09 WIB
Pelabuhan Ketapang Banyuwangi
Foto: Ardian Fanani
Jakarta -

Pelabuhan Ketapang di Banyuwangi, Jawa Timur menjadi salah satu pelabuhan paling sibuk di Indonesia. Pelabuhan ini menjadi penghubung antara Pulau Jawa dan Bali.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, atas dasar itu, dirinya meminta PT ASDP Indonesia Ferry selaku pengelola pelabuhan terus meningkatkan kualitas pelayanan. Selain menjadi jalur logistik, pelabuhan ini juga menjadi salah satu akses untuk menggenjot sektor wisata.

"Pelabuhan Ketapang dan juga Gilimanuk, Bali, adalah penyambung wisata antara Jawa-Bali. Saya berharap ASDP berperan dalam meningkatkan kualitas layanan penyeberangan dari segi Pelabuhan, jasa maupun kapal agar masyarakat mendapatkan pengalaman menyeberang lebih membahagiakan dan lebih nyaman," ujar Khofifah dalam keterangannya, Selasa (13/9/2022).

Hal ini disampaikan dalam kunjungan kerja silaturahmi Direktur Utama ASDP Ira Puspadewi bersama jajaran di Gedung Grahadi, Surabaya, Jawa Timur pada pekan lalu.

Pelabuhan Ketapang menjadi simpul penting perjalanan wisata ke Pulau Dewata. Para wisatawan bisa menikmati perjalanan darat yang menyenangkan dalam perjalanan liburan ke Bali dengan menggunakan kapal ferry via rute Ketapang-Gilimanuk. Perjalanan kapal ferry dari Ketapang menuju Gilimanuk relatif singkat, sekitar 50 menit.

Berdasarkan data Cabang Ketapang, pada periode Januari - Agustus 2022 telah melayani 6,84 juta penumpang baik pejalan kaki dan penumpang di dalam kendaraan dengan total kendaraan yang diangkut sebanyak 2,016 juta unit.

Khofifah menambahkan keberadaan Pelabuhan Ketapang telah mendukung konektivitas dan kemudahan transportasi baik manusia maupun barang, sehingga meningkatkan perekonomian khususnya sektor pariwisata dan logistik khususnya di Jatim dan Bali.

Direktur Utama ASDP Ira Puspadewi menyampaikan bahwa apresiasi dan harapan Gubernur Jatim tersebut tentunya menjadi motivasi yang memacu semangat bagi ASDP agar terus memberikan layanan yang semakin baik ke depannya.

"Apresiasi dan harapan Bu Gubernur ini memacu ASDP untuk memberikan pelayanan yang berkualitas bagi pengguna jasa di rute Ketapang-Gilimanuk. Tidak hanya sebagai penyambung urat nadi wisata ke Bali, namun Pelabuhan Ketapang juga diharapkan bisa menjadi penunjang kelancaran arus barang, membantu menurunkan beban logistic ke wilayah Indonesia Tengah dan Timur khususnya NTB, serta mengurangi beban jalan angkutan darat menuju Bali," ujarnya.

Lintasan Ketapang-Gilimanuk menjadi penyokong jalur logistik Jawa-Bali. Data produksi menunjukkan tren yang terus meningkat dari tahun ke tahun meskipun di tengah pandemi Covid-19 yang beberapa kali dilakukan pengetatan aktivitas perjalanan untuk penumpang dan kendaraan pribadi.

Data produksi Cabang Ketapang pada tahun 2020 mencatat total penumpang yang dilayani Januari-Desember di lintasan Ketapang-Gilimanuk mencapai 7,33 juta orang baik pejalan kaki maupun di dalam kendaraan. Sedangkan produksi total kendaraan mencapai 2,61 juta unit kendaraan, dimana khusus angkutan logistik (golongan IV B, V B, VI B, VII, VIII dan IX) yang didominasi truk mencapai 1,32 juta unit.

Tahun 2021, Cabang Ketapang mencatat total penumpang yang dilayani pada Januari-Desember di lintasan Ketapang-Gilimanuk mencapai 6,46 juta orang. Produksi total kendaraan mencapai 2,28 juta unit kendaraan, dimana khusus angkutan logistik (golongan IV B, V B, VI B, VII, VIII dan IX) yang didominasi truk mencapai 1,23 juta unit atau turun sekitar 6,5 persen dibandingkan realisasi tahun 2020.

Sedangkan tahun 2022 (periode Januari-Agustus), Cabang Ketapang telah melayani 6,84 juta penumpang baik pejalan kaki dan penumpang di dalam kendaraan dengan total kendaraan yang diangkut sebanyak 2,016 juta unit. Dimana untuk angkutan logistik (golongan IV B, V B, VI B, VII, VIII dan IX) yang didominasi truk telah mencapai 850 ribu unit. Bila dibandingkan periode sama tahun 2020, angkutan logistik mencapai 903 ribu unit, dan tahun 2021 sebanyak 818 ribu unit.

"Sejak awal pandemi, Pemerintah sangat mendukung aktivitas sektor logistik melalui penyeberangan, dimana tidak ada pembatasan bagi angkutan barang demi menyokong stabilitas bahan pokok di seluruh daerah. Jika melihat angka, tren pengangkutan logistik melalui ferry terus meningkat tiap tahunnya, dan ini yang menjadi tumpuan kelangsungan bisnis ASDP. Per Agustus kita sudah melayani truk sekitar 850 ribu unit, tentunya hingga akhir tahun 2022 akan terus meningkat menjelang Angkutan Natal dan Tahun Baru," tutur Ira.



Simak Video "Detik-detik Dua Kapal di Selat Bali Tabrakan"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT