ADVERTISEMENT

Terpopuler Sepekan

Tol Cisumdawu Segera Dibuka, Bandung-Kertajati 1 Jam Saja

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Sabtu, 17 Sep 2022 14:15 WIB
Pekerjaan Tol Cisumdawu per Juni yang Ditargetkan Beroperasi Oktober 2022
Foto: Dok. Kementerian PUPR
Jakarta -

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) akan beroperasi pada akhir Oktober 2022.

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Hedy Rahadian mengungkapkan jika saat ini proyek sudah masuk tahap penyelesaian.

Dia menyebutkan operasional akhir Oktober bisa sampai Cimalaka. "Jadi lumayan bisa by pass Sumedang, Cadas Pangeran serta titik kemacetan antara Bandung-Sumedang," kata dia dalam RDP.

Hedy menjelaskan jalan tol sepanjang 61 kilometer (km) itu diharapkan bisa mendukung konektivitas akses Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Majalengka.

Keberadaan Tol Cisumdawu ditargetkan bisa memangkas waktu tempuh Bandung-Kertajati sepanjang 180 km menjadi hanya satu jam.

"Kita harapkan nanti Kertajati dari Bandung membuat travel time (waktu tempuh) tidak lebih dari satu jam," katanya.

Hedy mengakui kondisi topografi jalan Tol Cisumdawu memang cukup sulit karena konturnya yang naik turun. Kondisi tersebut menyebabkan geoteknik tidak begitu baik sehingga beberapa kali ada gangguan.

Pembangunan Tol Cisumdawu terdiri dari enam seksi yang dibangun dengan skema Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dengan biaya konstruksi Rp 5,5 triliun.

Dari keenam seksi, Seksi 1 Cileunyi-Pamulihan sepanjang 11,45 km dan Seksi 2 Pamulihan-Sumedang sepanjang 17,05 km dikerjakan oleh pemerintah sebagai bagian dari viability gap fund (VGF) guna menaikkan kelayakan investasi tol tersebut.

Ada pun ruas tol Seksi 3 Sumedang-Cimalaka sepanjang 4,05 km, Seksi 4 Cimalaka-Legok sepanjang 8,20 km, Seksi 5 Legok-Ujung Jaya sepanjang 14,9 km dan Seksi 6 Ujung Jaya-Dawuan dikerjakan oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yakni PT Citra Karya Jabar Tol (CKJT).

"Seksi 4, 5 dan 6 yg dikerjakan BUJT juga kita harapkan Oktober bisa selesai walaupun kondisi realitas di lapangan kami agak pesimis. Kita harapkan paling lambat Desember karena jalan ini sudah ditunggu cukup lama oleh masyarakat," kata Hedy.

(kil/eds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT