ADVERTISEMENT

Ketua Komisi V DPR Sentil Keras AHY yang Kritik Pembangunan Era Jokowi

Tim detikFinance - detikFinance
Senin, 19 Sep 2022 19:15 WIB
Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tiba bertemu Presiden Joko Widodo (jokowi), di Istana Kepresidenan Bogor, Rabu (22/05/2019).
AHY tampak memasuki Kompleks Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (22/5/2019) pukul 08.52 WIB.
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Ketua Komisi V DPR Lasarus menepis pernyataan Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang mengatakan 70-80 persen pembangunan di era Presiden Joko Widodo (Jokowi) adalah kinerja ayahnya, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Ia meminta Demokrat tidak asal klaim.

"Kalau soal keberhasilan, termasuk dalam bidang pembangunan dan infrastruktur itu kan terukur, Jokowi lebih bagus. Semua orang tahu, Jokowi lebih sukses dibandingkan SBY," kata Lasarus, Senin (19/9/2022).

Lasarus pun bingung dengan pernyataan AHY yang menyebut seharusnya Pemerintahan Jokowi berterima kasih dengan Pemerintahan SBY. Dalam Pemerintahan, menurutnya, penerus melanjutkan kerja pendahulunya adalah hal yang biasa.

"Kenapa harus diperdebatkan, setiap jabatan ada masanya. Pemimpin-pemimpin sebelumnya nggak pernah ada tuh ada yang klaim keberhasilan penerusnya," ucap anggota Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) itu.

"Jembatan Suramadu, itu digagas Pak Soeharto. Yang bangun Ibu Megawati, dan yang meresmikan adalah SBY. PDIP nggak ribut tuh SBY tinggal gunting pita saja," lanjut Lasarus.

Ditambahkannya, sudah sewajarnya jika program atau kebijakan yang bagus diteruskan. Lasarus pun menyinggung pembangunan Wisma Atlet yang mangkrak di era SBY.

"Kalau memang programnya bagus ya pasti dilanjutkan. Proyek Hambalang sampai sekarang masih terbengkalai karena memang bermasalah. Jadi AHY seharusnya semedi dulu di Hambalang sebelum ngomong," tukasnya.

Lasarus menilai, AHY tidak memahami bagaimana sebuah program pembangunan dilaksanakan sehingga mempersoalkan keberhasilan pembangunan di era Jokowi.

"Kita ini kan menyusun program dan anggaran bareng-bareng di DPR. Ada Demokrat juga di situ, yang artinya ketika program berjalan sudah melalui persetujuan semua fraksi, termasuk fraksi partainya AHY. Kenapa sekarang lantas mempersoalkannya?" ujar Lasarus.

Pimpinan Komisi DPR yang membidangi urusan infrastruktur dan transportasi tersebut meminta AHY berbicara dengan data. Karena AHY berbicara tidak berdasarkan data, kata Lasarus, AHY saat ini terkesan seperti menepuk air di dulang terpercik muka sendiri.

"Orang yang elegan itu seharusnya berbicara berdasarkan data, jadi nggak asal ngomong. Kelihatan sekali kan beda kelasnya dengan Pak Jokowi yang bekerja diam tapi banyak mensejahterakan rakyat," sebutnya.

Perbandingan era Jokowi dan SBY menurut anggota DPR

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT