ADVERTISEMENT

Seluk Beluk Jakarta Tenggelam, Tanda-tandanya Bikin Merinding

Shafira Cendra Arini - detikFinance
Kamis, 22 Sep 2022 06:44 WIB
Ramalah Jakarta Tenggelam
Foto: Ramalah Jakarta Tenggelam (Istimewa/Climate Central)
Jakarta -

Persoalan Jakarta akan tenggelam kembali mencuat setelah unggahan video yang menggambarkan sebuah tanggul menahan permukaan laut yang lebih tinggi dari daratan viral di media sosial.

Topik soal Jakarta tenggelam sebenarnya bukan baru kali ini saja mencuat. Bahkan, sederet peringatan telah dikeluarkan dalam beberapa tahun terakhir.

Berikut beberapa rangkuman informasi menyangkut persoalan Jakarta tenggelam.

1. Berkali-kali diperingatkan

Peringatan soal Jakarta tenggelam sebenarnya bukan satu dua kali disampaikan. Banyak hasil studi dan paparan yang menunjukkan potensi Jakarta tenggelam.

Salah satunya datang dari Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin, pada awal Agustus lalu. Ia menyoroti kondisi tingginya penggunaan air tanah di ibu kota, yang bisa berimbas pada bencana tersebut apabila tidak ditindaklanjuti.

"Dan prediksinya di tahun 2050 diprediksikan 90 persen dari wilayah Jakarta terutama di bagian utara itu akan bisa juga kemudian tenggelam karena budaya atau kemudian penggunaan air yang kemudian tidak segera diselesaikan dan terus mengambil air dari tanah yang memang semakin seeking pastinya," sambungnya.

Tidak hanya Arief, Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDIP Ida Mahmudah juga menyoroti perihal ini. Ia meminta ketegasan Pemprov DKI terkait aturan pemakaian air tanah.

"Satu contoh saja rumah susun kita itu banyak yang belum tersambungkan oleh air PAM. PDAM belum menyambungkan pipanya ke rumah susun yang ada di pemda DKI, ini satu contoh. Memang kurang concern-nya kita terhadap pemakaian air ini," kata Ida kepada wartawan, beberapa waktu lalu.

Dari sanalah, Ida mendorong adanya peraturan daerah (Perda) terkait dengan penggunaan air tanah ini demi menyelesaikan permasalahan tersebut.

Sekretaris Komisi D DPRD DKI Jakarta fraksi Gerindra Syarif juga turut buka suara. Mengenai perkara prediksi Jakarta tenggelam ini, ia mengatakan, sebetulnya sudah diperingatkan sejak 15 tahun lalu.

"Yang pertama saya ingin katakan prediksi itu sudah lama ya diingatkan 15 tahun yang lalu. Banyak faktor yang menyebabkan DKI itu terancam tenggelam, ada pemanasan global, penurunan permukaan tanah, sekarang penggunaan air tanah yang tak terkendali sehingga merusak struktur tanah sehingga terjadi penurunan tanah, sehingga Jakarta kalau dilihat tepi pantai itu sudah di bawah pantai, sehingga ada upaya misalnya membuat tanggul," kata Syarif kepada wartawan, beberapa waktu lalu.

Bukan hanya dari dalam negeri, ramalan Jakarta Tenggelam juga datang dari Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA). Prediksi Jakarta sangat berisiko dan rentan tenggelam itu diungkapkan NASA pada laman resminya tengah tahun ini. Penyebabnya, kombinasi banyak faktor, perubahan iklim, jumlah penduduk yang terus bertambah, juga eksploitasi air di ibu kota RI itu.

"Dengan meningkatnya suhu global dan pencarian lapisan es, banyak kota pesisir menghadapi risiko banjir yang semakin besar. Itu dikarenakan kenaikan permukaan air laut," tulis NASA.

Rata-rata permukaan laut global naik sebesar 3,3 milimeter per tahun. Sudah begitu, hujan semakin intens dengan atmosfer yang makin memanas.

Selain itu, turunnya permukaan tanah Jakarta juga dipercepat oleh urbanisasi, perubahan fungsi lahan, dan pertumbuhan penduduk yang sangat cepat. Menyempit atau tersumbatnya saluran sungai dan kanal oleh sedimen dan sampah juga turut mempercepat penurunan tanah Jakarta.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT