ADVERTISEMENT

Stafsus Sri Mulyani Jawab AHY Soal Pihak yang 'Tinggal Gunting Pita' Proyek

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Jumat, 23 Sep 2022 17:08 WIB
Prastowo Yustinus
Staf Khusus Menteri Keuangan Yustinus Prastowo/Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Staf Khusus Menteri Keuangan Yustinus Prastowo buka suara soal heboh 'gunting pita' proyek infrastruktur. Masalah gunting pita diungkapkan pertama kali oleh Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

AHY menyinggung pemerintah saat ini kebanyakan hanya tinggal gunting pita proyek infrastruktur saja, padahal proyeknya sudah berjalan sejak zaman pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Secara tidak langsung, AHY bilang proyek yang diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kebanyakan sudah berjalan 70-90% di masa SBY.

Menanggapi hal itu, Prastowo bilang Jokowi sudah berhasil menyelesaikan ratusan proyek infrastruktur strategis selama menjabat. Dia sampai membuat perumpamaan betapa pegalnya Jokowi menggunting pipa pada peresmian ratusan proyek infrastruktur.

"Mumpung sedang ramai soal potong pita, rasanya pas membahas progres proyek pembangunan pemerintah, khususnya Proyek Strategis Nasional (PSN). Saya nggak bisa membayangkan betapa pegalnya tangan Pak Jokowi menggunting pita untuk ratusan proyek yang telah selesai," cuit Prastowo membuka utasnya dikutip detikcom dari akun Twitter pribadinya @prastow, Jumat (23/9/2022).

Prastowo pun membagikan data proyek yang sudah diselesaikan Jokowi sejak tahun 2016 hingga 2021, setidaknya sudah ada 128 proyek bercap proyek strategis nasional (PSN) yang telah selesai dibangun dengan nilai investasi Rp 716,4 triliun.

"Nilai investasi ini adalah akumulasi dari berbagai skema baik APBN, KPBU (kerja sama pemerintah dengan badan usaha), swasta-BUMN, atau swasta," kata Prastowo.

Dari data yang dia bagikan, Jokowi telah menyelesaikan 29 bendungan, 14 bandara, 6 kereta api, 21 jalan tol, 9 jalan nasional, 6 smelter, 19 kawasan industri dan KEK, 7 Pos Lintas Batas Negara (PLBN), dan 4 pelabuhan.

Ada juga 3 teknologi baru, 3 Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), 2 saluran irigasi, jalur pipa gas, jalan akses, fasilitas gas, sentra kelautan dan perikanan, serta perumahan.

Prastowo menjabarkan alokasi APBN dalam skema PSN menandakan pemerintah hadir dalam penciptaan lapangan kerja, perbaikan tingkat kesejahteraan masyarakat, penurunan angka kemiskinan, serta penguatan konektivitas yang berujung pada peningkatan laju pertumbuhan ekonomi.

Seleksi Ketat Cap PSN

Dalam setiap usulan PSN baru, Prastowo mengatakan pemerintah selalu melakukan pemetaan berdasarkan risiko proyek. Mulai dari risiko tinggi, sedang, dan rendah. Bisa jadi proyek yang berpotensi mangkrak tak masuk dalam PSN.

"Proyek risiko tinggi, yaitu yang kemungkinan besar akan tertunda penyelesaiannya atau tidak dapat selesai, tidak akan direkomendasikan sebagai PSN," ungkap Prastowo.

Pemerintah menurutnya ingin memastikan agar setiap PSN dapat selesai sesuai target dan segera memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. Proyek PSN harus direncanakan dengan baik, diselesaikan tepat waktu, dan bisa digunakan secara optimal.

"Proyek yang dipilih tak hanya demi seremoni peletakan batu pertama, namun dapat berujung manis melalui syukuran gunting pita," tutup Prastowo.

(hal/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT