Hutama Karya 2 Tahun Rugi Terus, Ternyata Ini Biang Keroknya

ADVERTISEMENT

Hutama Karya 2 Tahun Rugi Terus, Ternyata Ini Biang Keroknya

Aulia Damayanti - detikFinance
Senin, 03 Okt 2022 17:39 WIB
Hutama Karya
Foto: Hutama Karya
Jakarta -

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengungkap penyebab dua tahun berturut-turut PT Hutama Karya (Persero) mengalami kerugian. Direktur Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kemenkeu, Rionald Silaban, mengatakan penyebabnya karena belum penuh mendapatkan pendapatan dari beroperasinya jalan Tol Trans Sumatera.

"Kondisi keuangan sampai saat ini, Hutama Karya sampai saat ini kerugian perusahaan pada 2020 Rp 2 triliun dan Rp 2,4 triliun 2021. Ini karena telah beroperasinya Trans Sumatera sedangkan ekspektasi pendapatnya tidak seperti yang diharapkan," jelasnya dalam RDP dengan Komisi XI DPR RI, Senin (3/10/2022).

Kerugian dari beroperasinya jalan Tol Trans Sumatera, menyebabkan porsi utang juga meningkat. Tetapi tidak sejalan dengan meningkatnya aset, liabilitas dan ekuitas yang didapat Hutama Karya.

"Dari 2014-2022 pada kuartal 2 aset Hutama Karya naik sebesar 2.000%, liabilitas naik 1.300% ekuitasnya 5.454%. Sehingga menyebabkan beberapa rasionya tertekan sebagaimana kita ketahui debt to EBITDA rasionya meningkat hingga 14,49x. Sehingga menunjukkan kebutuhan akan PMN, untuk membantu mengurangi tekanan kepada keadaan keuangan Hutama Karya," jelasnya.

"Oleh karena itu, berkaitan dengan kondisi di atas maka ekuitas berpotensi tergerus sehingga diperlukannya komitmen berkaitan dengan jalan Tol Trans Sumatera," tambahnya.

Kemenkeu menganggarkan tambahan modal sebesar Rp 7,5 triliun untuk mempercepat pembangunan lima ruas jalan Tol Trans Sumatera tahap I. Mulai dari jalan tol Sigli-Banda Aceh, Kisaran-Indrapura, Pekanbaru-Dumai, Indralaya-Muara Enim, dan Penanjung-Bengkulu.

Rincian pembagian dananya yakni, Sigli-Banda Aceh Rp 2,83 triliun, Kisaran-Indrapura Rp 1,127 triliun, Pekanbaru-Dumai Rp 1,136 triliun , Indralaya-Prabumulih Rp 2,3 triliun, dan Penanjung-Bengkulu Rp 97 miliar.

Selain itu, PT Hutama Karya (Persero) juga dianggarkan mendapatkan penyertaan modal negara (PMN) non tunai berupa aset yakni dua bidang tanah milik eks Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). Nilai dari dua aset itu sebesar Rp 1,93 triliun.

"Adapun aset kami usulkan penambahan modal dari aset eks BPPN berupa tanah 2 lokasi, di Karawaci Tangerang, satu lagi Plaju, Pelembang. Di Karawaci Rp 1,8 triliun, dan di Plaju Rp 122 miliar," tutupnya.



Simak Video "Wujud Nyata Pembangunan Masa Depan, Jalan Tol Trans Sumatera"
[Gambas:Video 20detik]
(ada/das)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT